Sekarang ini, kita sudah hidup dizaman digital, sehingga apapun dengan mudah dapat kita ketahui secara cepat dan mudah.
Satu contoh umum, dalam skripsi yang halamnnya berjumlah misalnya 302 halaman. Dengan mudah kita bisa menemukan, berapa jumlah kata “adalah” jumlah kata “mungkin”, dan dengan sekali Enter kita bisa mengganti semua kata “adalah” menjadi “ialah” atau kata “mungkin” menjadi “makin” atau lainnya, menggunakan fasilitas FIND dan REPLACE di MS. WORD
Contoh lain, misalnya kita ingin mencari kata “Al Ma`u” (air) dalam Al-Qur`an, kita bisa temukan dengan mudah dengan mengetikann kata tersebut dalam bhasa Arab. Sehingga kata Al-Ma` ini akan kita ketahui jumlahnya, dan pda suarh dan ayat berapa, saja… sekali lagi hanya dengan fasilitas FIND di MS.Word.
Itu hanya MS.Word belum lagi software2 Al-Qur`an yang jumlah ratusan dan secara khusus memuat mengenai Al-Qur`an dan Tafsirnya. Denga software2 tersebut kita bisa mencari secara ditel apa yang kita perlukan. Kita ambil contoh diatas, mencari kata “Al Ma`u” (air). Software ini tidak hanya menampilkan kata yang sama persis dengan yang kita tulis tapi juga dengan kata dengan bentuk lain, misalnya “miyah” dan sebagainya. Salah satu contoh software ini, namanya: Al-Qur`an Al-Karim Maat Tafsir, memuatAl-Qur`an dan 20 Kitab Tafsir.
Selain software Al-Qur`an, ada juga software yang khusus memuat matan2 hadits yang jumlahnya 30an lebih, ditambah dengan syarah2nya, yang memuat semua hadits dari A-Z dari yang paling Dhaif sampai yang shahih, lengkap dengan sanadnya.
Tidak hanya itu, semua kitab agama terkenal semacam Ihya dan lain sebagianya yang jumlah keseluruhan ribuan bahkan jutaan, sudah ada dalam bentuk digital, dalam bentuk satuan (satu kitab2 satu kitab), bahkan sekarang sudah ada Maktabah Syamilah yang memuat Ribuan kitab. Bahkan yang terbaru mencapai 28.300 kitab.
Semua kitab2 digital tersebut dapat kita baca satu persatu dari halam 1 – akhir (bagi yang bisa membaca), atau pada masalah tertentu saja. Saya contohkan misalnya kita ingin membahasa masalah nikah, kita tinggal menuliskan kata kunci yang sesuai dengan keperluan kita, kata kunci ini tergantung imajinasi, kebisaan, kebiasaan dan pengetahuan kita. Kita contohkan masalah nikah tadi, maka terutama misalnya kita ingin mencari definisi nikah, maka kata kunci yang paling tepat “An-Nikah Hua/HIA”. Maka dengan hitungan detik kita sudah menemukan ta`rif nikah dari berbagai kitab yang sudah kita pilih, atau bahkan kita bisa mencarinya pada keseluruhan kitab yang ada, yaitu 28.300 Kitab.
Jika kita takut membaca kitab yang bukan sunny, atau hanya ingin membaca kitab2 yang pernah dipelajari. Mudah saja, kita tinggal hapus kitab yang tidak kita perlukan dengan cara tertentu.
BAGAIMANA CARA MENGETAHUI SATU UNGKAPAN ITU TERMASUK HADITS ATAU BUKAN?
Kalau Al-Qur`an sangat jelas, tidak bisa dipalsukan, karena isinya sama dan hanya 30 Juz. Jadi untuk mengetahui satu ungkapan itu Al-Qur`an atau bukan, sangat mudah…
Begitu juga dengan hadits, kitab ahdits yang paling terkenal kesahihannya hanya 6 yang disebut kutubusiitah, dan ada yang menambahkan menjadi 9 disebut kutubuttis`ah. Selain 9 kitab hadits tersebut masih banyak kitab-kitab hadits lainnya yang jumlahnya mencapai 30an. Ditambah dengan syarah2nya.. kita tinggal mencarinya pada kitab2 tersebut, JIKA TIDAK TERCANTUM maka dapat dipastikan BUKAN HADITS.
JADI
Jika kita ingin mengetahui satu ungkapan itu hadits atau bukan, kita hanya perlu mengetahui teks Aslinya. Misalnya satu ungkapan:
عِنْدَ ذِكْرِ الصَّالِحِيْنَ تَنْـزِلُ الرَّحْمَةُ
Maka kita tinggal menulis kata terebut lalu tekan ENTER. Jika tidak menemukan kita bisa mencoba memotong2nya misalnya “enda zikri” saja, maka semua kata yang berkenaan dengan kata “enda zikri” akan terdeteksi dengan warna merah, sehingga kata “enda zikril maut” pun terdeteksi.. lalu kita tingga mencek satu persatu apakah ada yang “enda zikris shalihin” …
Jika tidak ada, kita bisa memotongnya lagi dan mengadakan mencarian lebih luas…
Jika ternyta juga tidak ada, baru kita selidiki, ini perkataan siapa (masih dalam maktabah syamilah)
Jika sudah jelas, tidak ada dan ternyata terdapat BANYAK referensi bahwa ungkapan tersebut ungakpan si FULAN. Maka dapat dipastikan bahwa ungkapan tersebut BUKAN HADITS.
Untuk menambah keyakinan, kita bisa melihat tulisan orang lain (BAIK DALAM BAHASA ARAB AMAUPUN INDONESIA) yang bertebaran di Internet menggunakan google, jika diantara tulisan2 tersebut juga tidak ada yang mengatakan bahwa ungkapan tersebut hadits.
Maka saya dapat nyatakan dengan keyakinan 100%:
ITU BUKAN HADITS
Apa manfaatnya mengetahui, satu ungkapan itu hadits atau bukan?
- Ujar nabi (bil ma`na) barang siapa mamadahakan satu perkataan, datang dari nabi, pdahal bukan, maka siap2 masuk (tett… sensor)
- Kekuatan satu ungkapan menjadi berkurang KWALITASNYA, jauh dibawah hadits dhaif kecuali ada hadits dalam bentuk lain yang MAKNANYA KURANG LEBIH SAMA. Dan tidak bisa dijadikan dalil.
- Jika satu perkataan dinyatakan bukan hadits maka derajatnya sama dengan khabar (gosip), isinya bisa benar bisa salah, dan jika isinya membangun atau baik2 saja maka dapat dikategorikan hanya SATU PENDAPAT TOKOH. Dan Seperti kita ketahui siapapun boleh berpendapat dan berbeda pendapat..
iya nih, hadist sekarang banyak yang asal jeplak doang. Enaknya belajar hadist dari kitab langsung. Di internet orang bisa make hadis seenaknya..
wah, nice info gan…
Kunjungi dan berkomentar juga ya di blog ane. salam kenal
oke, sama2
Kalau emang bener hadist, perlu ditelusuri juga apa itu dhaif atau shahih.
itu pasti
minta izin mmuat psotingan ini untuk media blogger besok. o iih bang, minta tolong pasangkan banner toko buku ulun lah…
Oke… kena dipasang, kda tapi kawa ol lagi nah… lagi dihutan