Mengapa ibadah puasa dan salat kita tidak membawa dampak yang positif dalam kehidupan bermasyarakat? Puasa tampaknya masih merupakan aktivitas rutinb di mana kita tidak makan dan minum di siang hari, sedangkan ibadah shlata kita juga masihmerupakan gerakan-gerakan dan ucapan-ucapan saja. Akibatnya kita hanya sjujud kepada Allah SWT di masjid, tetapi di luar masjid kita mnejadi pelaku maksiat yang ulung. Kita menahan lapar dan haus di bulan Ramadhan, tetapi di luar Ramadhan kita kembali menjadi pelaku-pelaku kemungkaran.
Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ibn Majah, Imam al-Thabrani, Imam Ahmad dan al-Baihaqi dari Abu Hurairoh, “Banyak orang berpuasa, tetapi tidak ada balasan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga dan banyak orang yang sembahyang malam dan tidak mendapat balasan apa-apa dari sembahyangnya itu kecuali tidak tidur malam saja.”
Puasa merupakan sarana melatih ketaan kepada Allah. Sasarannya adalah agar manusia masih selalu bertakwa, menjauhkan diri dari maksiat dan kemungkaran, dan membawa perubahan yang bermakna selepas Ramadhan.
Seorang mukmin yang sukese dalampusasanya akan terlihat dalam 11 bulan yang akan dating setelah Ramadhan usai. Begitu banyka hikmah dan berkah yang terkandung dalam “madrasah” Ramadhan, baik disiplin shlat fardhu dan shalat jamaah, shalat malam, membaca danmengaji al-Qur’an, jujur dan kemampuan menahan diri, bahkan dari hal-hal yang hala di siang hari, apalagi terhadap barang-barang yang haram. Kepedulian yang tinggi, kesadaran untuk membayar zakat, memperbanyak infak dan sedekah, serta kebersamaan, tanggung jawab, dan kasih saying yang besar kepada keluarganya.
Mari mematri kembali tekad kita menjadi mukmin yang berkualitas pada hari ni dan 11 bulan mendatang. Seorang mukmin yang jauh lebih baik ketimbang sebelum Ramadhan.
Kata Kunci Pencarian:
- pengaruh puasa terhadap pendidikan (13)
- pengaruh puasa terhadap sosial (11)
Bang, izin memuat postingan ini di Media Kalimantan hari Minggu ini kalo sempat..
baru balas… silakan dan terima kasih..