Masjid Jami dan Masjid Ghairu Jami I Saran Untuk Masyarakat Kecamatan Kintap Terutama Pengelola Masjid At Taqwa dan Para Alim Ulama

Di Negara Arab tempat untuk mendirikan shalat berjamaah (tempat ibadah) semua dinamakan Masjid, tidak ada yang namanya Mushalla, Surau, apalagi Langgar. Makanya tidak pernah kita mendengar istilah shalat tahyatul mushalla, yang ada hanya tahyatul Masjid karena semua namanya Masjid, hanya saja Masjid itu dibedakan dengan jami dan ghairu jami. Masjid jami artinya Masjid yang digunakan untuk mendirikan shalat jum`at dan ghairu jami` artinya Masjid yang tidak digunakan untuk shalat juma`at hanya shlat lima waktu saja.

Di Indonesia, Masjid jami` biasa disebut Masjid saja, dan masjid ghairu jami` disebut mushalla, langgar, atau surau. Padahal kalau diteliti kata mushalla bisa juga artinya sajadah atau satu tempat dalam satu ruangan (kamar) yang digunakan untuk shalat.  Tapi penggunaan istilah seperti itu bukan masalah yang penting kita mengerti maksud dari nama tersebut.

Di beberapa tempat di Indonesia ada yang tidak setuju penggunakan kata mushalla sebagai istilah untuk masjid yang tidak di shalati jum`at, mereka tetap menggunakan nama masjid. Untuk membedakan masjid seperti ini dengan Masjid yang digunakan shalat jum`at maka diberi gelar masjid ghairu jami`, sehingga jika nama masjidnya ALBAQIYATUSSHLIHAT menjadi MASJID GHAIRU JAMI` ALBAQIYATUSSHLIHAT dan sebagainya.

Penggunaan Istilah Masjid Jami` dan Masjid Ghairu Jami` dalam Literatur Klasik (Kitab Kuning)

Dalam literature klasik yang biasa kita sebut dengan kitab kuning,  istilah Istilah Masjid Jami` dan Masjid Ghairu Jami`  ini juga sering digunakan terutama ketika membahas masalah i`tikaf di masjid, dibawah ini saya sebutkan beberapa diantaranya:

: Minhajul Qawim pada Babul I`tikaf

( و ) المسجد ( الجامع أولى ) للاعتكاف من  مسجد غير جامع

Akhbaru Makkah, Hadits No. 1278:

حدثنا ميمون بن الحكم الصنعاني قال : ثنا محمد بن جعشم ، عن ابن جريج قال : قلت له يعني عطاء : فامرؤ نذر جوارا في مسجد خيف منى أتوجبه أم لا ، من أجل أنه مسجد غير جامع إلا أيام منى قط ، أم بمكة ؟ قال : « بل يوفيه » ثم قال بعد : « لا جوار  إلا في مسجدين ؛ مسجد مكة ومسجد المدينة »

:Syarah Riyadhus Shalihin Pada Bab I`tikaf


ولا يجوز للمعتكف أن يخرج من المسجد إلا لما لابد منه كأن يكون ليس عنده من يأتيه بالطعام والشراب فيخرج ليأكل ويشرب أو يخرج لقضاء الحاجة أو يحتاج إلى الخروج من أجل غسل الجنابة وما أشبه ذلك أو يحتاج للخروج لكونه في مسجد غير جامع فيذهب إلى الجمعة

Tidak Ada Istilah Masjid Kabir dan Masjid Shagir

Tidak pernah digunakan Istilah Masjid Kabir (Masjid Besar) dan Masjid Shagir (Masjid Kecil) untuk membedakan masjdi yang dishalati jum`at atau yang tidak dishalati jum`at. Kalau untuk membedakan ukuran boleh jadi ada istilah seperti itu.

Di Kecamatan Kintap-Kalimantan Selatan, ada dua masjid namun yang satunya tidak digunakan untuk shalat jum`at, untuk membedakannya mereka menggunakan istilah masjid kabir (Masjid besar) dan Masjid Shagir (Masjid Kecil) karena memang ukurannya yang satu besar dan yang satu kecil. Namun penggunaan Istilah besar-kecil ini sangat tidak tepat karena ukuran bukanlah acuan untuk menentukan satu Masjid didirikan shalat jum`at atau tidak, bisa saja masjidnya kecil namun disana didirikan shalat jum`at begitu juga sebaliknya, jadi besar-kecil bukan acuan, lagi pula diseluruh dunia tidak pernah menggunakan istilah ini. Oleh sebab itu jika ada penduduk Kintap yang membaca tulisan ini, saya sarankan mending istilah itu diganti saja dengan masjid jami dan ghairu jami,  silahkan di print tulisan ini.

Mengapa harus diganti?.

  1. Penamaan yang salah melambangkan pengetahuan masyarakat yang minim, maksud saya orang lain akan menilai jika menamakan masjid saja salah maka pengetahuan para penduduk disana bisa dinilai cemen, termasuk para ulama dan alumni hadra maut yang tersebar disana.
  2. Orang yang tidak tau mengira ini mejid jami` namun bentuknya saja yang kecil sehingga dinamai Masjid shagir, sehingga ketika mereka lewat hari jum`at bereka bingung kenapa ini Masjid tidak ada yang shalat? Padahal tidak ada tulisan ghairu jami.

Kita bicara bukan masalah halal-haram. kita hanya bicara harga diri, masalah malu saja. Kita malu jika penamaan masjid ini akan menjadi bahan pembicaraan orang lain diluar daerah kecamatan kintap, yang sudah pasti yang disebut adalah mereka yang bertetal tuan guru yang ada disekitar sana.

2 comments on “Masjid Jami dan Masjid Ghairu Jami I Saran Untuk Masyarakat Kecamatan Kintap Terutama Pengelola Masjid At Taqwa dan Para Alim Ulama

  1. so, what’s next? if there another name? big huge jumbo-jumbo mosque.???

    people nowaday…

  2. mohon izin mengcopi artikel masjid jamidan ghoiru jami alhamdulillah yang selama ini aku cari bisa ketemu disini sukron katsir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>