Nenek Ba-Karamat Tapi Tidak Shalat

Seorang teman facebook berbagi cerita tentang keluarganya yang sudah meninggal dan ada indikasi keluarganya itu “bakaramat” (punya keramat). Diceritakannya bahwa keluarganya yang berjenis kelamin perempuan itu (nenek) tidak pernah kelihatan melaksanakan shalat dan puasa namun ia tidak pernah mengajak atau mengajarkan kepada orang lain terutama anaknya untuk melaksanakan apa yang ia lakukan (tidak shalat dan puasa).

Suatu hari ada beberapa orang (mungkin keluarga) yang menginap dirumahnya, dan ketika itu bertepatan dengan musim kemarau, dimana air sulit didapat, namun keanehan terjadi ketika air dirumahnya sudah tidak mencukupi lagi karena sudah dipakai oleh yang lain mandi, wudhu, dan sebagainya, diprediksi air yang tersisa tersebut tidak akan cukup dipakai oleh sebagian yang lain namun ketika digunakan ternyata airnya sama sekali tidak berkurang.

Keanehan lain, nenek itu mengetahui waktu meninggalnya yaitu hari jum`at jam 1, dan itu sudah disampaikannya kepada anaknya. Ketika sudah meninggal dan dibacakan Yasin, sayup-sayup terdengar nenek itu mengikuti bacaan yasin tersebut, dan jika orang berhenti membaca ia ikut berhenti, jika dilanjutkan membacanya iapun melanjutkan.

Dari cerita itu diketahui beberapa kesimpulan, bahwa nenek tersebut:

  1. Punya karamat, yaitu mengalami peristiwa ajaib sebagai tanda seseorang adalah Wali (kekasih) Allah,
  2. meninggal di hari jum`at, yang diketahui dalam beberapa hadits seseorang yang meninggal dimalam atau hari jum`at terlepas dari siksa kubur (HR.Ahmad, no. 6805)
  3. dia tidak menjalankan syari`at (puasa dan shalat)
  4. dia tidak pernah mengajak orang lain atau anak-anaknya untuk tidak menjalankan syariat seperti yang dilakukannya.

Dua yang pertama menunjukkan bahwa ia adalah seorang wali, namun bertentangan dengan yang ketiga. Tidak mungkin seorang wali tidak melaksanakan syari`at karena wali ialah orang yang ketaatannya kepada Allah jauh lebih tinggi dari orang biasa (lihat http://arisandi.com/pengertian-wali/ ). Namun ditengahi oleh poin yang keempat, yaitu ada kemungkinan-kemungkinan yang tidak kita ketahui.

Kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi:

  1. Dia melaksanakan syari`at namun orang lain tidak ada yg tau. Ibadahnya murni karena Allah dan Ia tidak perduli terhadap sangkaan orang tentang ia. Karena oreintasinya memang benar murni karena Allah saja.
  2. Dia memang tidak melaksanakan syari`at tetapi juga tidak ada keajaiban (karamat) yang benar-benar tersjadi. Ceritanya dibuat-buat oleh orang lain, dan didesa-desa cerita-cerita tentang keajaiban seperti itu cukup mudah dibuat dan menyebar, karena memang kultur masyarakat kita terlalu senang dengan dogeng-dongeng. (1) Mungkin saja yang mengalami kejadian seperti Air wudhu itu terlalu cepat menyimpulkan, mungkin saja air itu memang wajar mencukupi untuk digunakan, perlu diteliti siapa yang mengalami kejadian-kejadian itu, dia didudukkan sebagai saksi, dan jika orangnya kurang tsiqah atau fasik, maka kesaksiannya tertolak. (2) mengenai pembacaan Yasin itu juga tidak bisa dipastikan, bisa saja itu hanya perasaan saja. (3). Mengenai ketepatan ramalannya tentang hari meninggalnya, bisa saja karena kebetulan (4). Mengenai meninggal dihari jum`at, perlu diketahui hadits yang menerangkan orang yang meninggal dihari jum`at tidak disiksa kubur kedudukannya dhaif dan sekalipun hadis itu benar, maknanya bukan memastikan tidak disiksa tapi kemungkinan besar tidak disiksa.
  3. Dia memang tidak melaksanakan syariat namun cerita keajaiaban yang terjadi padanya itu benar-benar terjadi. Ini dinamakan istidraj yaitu peristiwa ajaib yang terjadi pada diri seseorang namun seseorang tersebut tidak pantas mendapatkan keajaiban, baik karena tidak melaksanakan syariat atau malah tidak beriman. Istidraj bisa terjadi kepada siapa saja, kepada dukun, tukang sulap, dan lainnya.

Salah satu dari tiga kemungkinan di atas dapat dipastikan itulah yang dialami oleh nenek tersebut. Karena rumusnya “bukan kekasih namanya jika durhaka kepada yang dikasihi” atau “tidak ada wali Allah yang durhaka kepada Allah”.

Kata Kunci Pencarian:

  • cerita kisah nyata siksa kubur (30)

One comment on “Nenek Ba-Karamat Tapi Tidak Shalat

  1. great article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>