FITUR Wakil Ketua DPC HANURA

Pulang Kampung Jadi Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Tanah Laut

10 Tahun lebih tinggal di Banjarbaru, disamping menuntut ilmu, kuliyah, dan bekerja, saya juga aktif mengikuti berbagai organisasi baik organisasi profesi, kepemudaan, kemahasiswaan, keagamaan, bahkan organisasi politik. Di Organisasi politik saya pernah More »

FITUR desa kikil

Pengalaman Menginjakkan Kaki Di Desa Kikil Kotabaru

Beberapa hari lalu (23-25/3/12) saya jalan-jalan ke  desa Kikil Kota Baru Kalimantan Selatan untuk keperluan bisnis (wess…) kecil-kecilan. Begitu banyak cerita dan pengalaman  yang ingin saya bagi disini, karena inilah pertama kalinya More »

FITUR Tambang Ilegal

Masyarakat Kecamatan Kintap Demo Tambang Ilegal

Sejak hari Senin (20/02/2012) kemaren masyarakat sekecamatan Kintap berdemo di jalan pelabuhan khusus batu bara di Desa Pandansari. Mereka menuntut agar para pengusaha batu bara bisa bekerja sama, yaitu dengan membeli hasil More »

FITUR Ular Sawa

Pengalaman Pribadi: Mencari Ikan dapat Ular Sawa (Pyton)

Kemaren baru beli lukah, niat hati menyalurkan hoby lama yaitu mamasang lukah, lukah pun dipasang. Ibarat orang bertani tanah sudah dicangkul, padi sudah ditanam, tinggal menunggu hasilnya. Tadi malam mimpinya dapat ikan More »

Memaknai Ikhlas (Renungan)

Ada seorang guru disebuah pondok pesantren, dia tidak punya ijazah sekolah formal sejenis SMP/MTS/SMA/MA karena memang beliau tidak pernah sekolah formal. Beliau menganggap ijazah itu tidak penting, dan sekolah untuk  mencari ijazah adalah sekolah yang tidak ikhlas.

Saya berbeda pendapat dengan beliau, menurut saya  ikhlas itu letaknya dihati sekalipun kita sekolah dengan mengejar titel atau ijazah awalnya kita memang tidak bisa ikhlas, karena ikhlas itu perkara yang sangat sulit, tapi seiring berjalannya waktu kita bisa mencapainya dengan terus berusaha.

Ikhlas diibaratkan  “menyuap nasi kedalam mulut” dihati kita tetap meyakini Allah yang mengenyangkan dan melaparkan kita nasi tidak ada manfaatnya, namun kita tetap makan. Begitu juga dengan ijazah atau titel.

4 Cara Membaca Qur`an

Cara membaca Al-Quran ditinjau dari kecepatan bacaannya, terdiri dari 4 tingkatan kecepatan, yaitu:

Malaikat Juga Pernah Bingung

Diceriatkan seorang lelaki zaman dahulu telah membunuh sembilan puluh sembilan manusia, kemudian ia mencari manusia yang paling baik pengetahuannya tentang agama, lalu ia ditunjukkan pada seorang pendeta. la pun mendatanginya dan mengatakan bahwa  ia telah membunuh sembilan puluh sembilan manusia, apakah masih diterima untuk bertaubat. Pendeta itu menjawab: “Tidak dapat.” Kemudian pendeta itu dibunuhnya dan dengan demikian  maka jumlahnya orang yang ia bunuh telah genap 100.

Nama, Laqab, dan Kuniyah Nabi Khidhir

Khidir adalah salah satu nabi yang termuat dalam Al-Qur`an namun tidak dimasukkan dalam 25 Nabi dan Rasul karena dia hanya Nabi (bukan rasul) bahkan ada pendapat lain mengatakan bahwa ia hanya seorang wali. Khidir diceritakan sebagai Nabi misterius yang diberi anugerah bisa mengetahui kejadian yang akan terjadi, dan sering bertindak menyalahi aturan yang ada seperti membunuh dan  merusak kapal orang,  namun semua tindakannya penuh dengan hikmah dan pelajarn yang dalam. Untuk mengetahui ceritra lengkapnya silakan merujuk pada Al-Qur`an Surah Al-Kahfi ayat 65-82.

Ada kepercayaan ditengah masyarakat terutama di Negara kita Indonesia bahwa barang siapa mengetahui, nama lengkap, laqab, dan kuniyah Nabi Khidir maka akan mendapatkan “keutamaan yang luar biasa”. Entah siapa yang melontarkan pernyataan tersebut, yang jelas itu sudah menjadi rahasia umum terutama dikalangan pesantren dan lebih khusus lagi  dikalangan  para praktisi ilmu hikmah.

Masjid Jami dan Masjid Ghairu Jami I Saran Untuk Masyarakat Kecamatan Kintap Terutama Pengelola Masjid At Taqwa dan Para Alim Ulama

Di Negara Arab tempat untuk mendirikan shalat berjamaah (tempat ibadah) semua dinamakan Masjid, tidak ada yang namanya Mushalla, Surau, apalagi Langgar. Makanya tidak pernah kita mendengar istilah shalat tahyatul mushalla, yang ada hanya tahyatul Masjid karena semua namanya Masjid, hanya saja Masjid itu dibedakan dengan jami dan ghairu jami.

Beda Kurang Lebih dan Lebih Kurang

Sekilas dua kata ini maknanya sama, hanya penyebutannya saja yang berbeda, namun menurut saya  kedua kata tersebut memiliki pengertian yang  jauh berbeda.

Aku Juga

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau