Berawal dari maraknya warung jablai dibeberapa daerah di Kalimantan Selatan, dan memuncak ketika warung jablai itu muncul tepat didepan rumahku. Emosi tak terbendung lagi, bebrapa jalan sudah ditempuh, mulai dari menkan pemilik warung yang menyewakan tempatnya, melapor ke kepala desa dan tokoh masyarakat, melapor pada muspika secara tertulis, mendekati para ulama dan meminta agar mengisi pengajiannya dengan tema bahaya warung jablai, sampai pada jum`at 16 Maret 2012 kemaren, saya turun sendiri menyampaikan khutbah dengan tema yang sama: BAHAYA WARUNG JABLAI, berikut kutipannya: