FITUR Wakil Ketua DPC HANURA

Pulang Kampung Jadi Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Tanah Laut

10 Tahun lebih tinggal di Banjarbaru, disamping menuntut ilmu, kuliyah, dan bekerja, saya juga aktif mengikuti berbagai organisasi baik organisasi profesi, kepemudaan, kemahasiswaan, keagamaan, bahkan organisasi politik. Di Organisasi politik saya pernah More »

FITUR desa kikil

Pengalaman Menginjakkan Kaki Di Desa Kikil Kotabaru

Beberapa hari lalu (23-25/3/12) saya jalan-jalan ke  desa Kikil Kota Baru Kalimantan Selatan untuk keperluan bisnis (wess…) kecil-kecilan. Begitu banyak cerita dan pengalaman  yang ingin saya bagi disini, karena inilah pertama kalinya More »

FITUR Tambang Ilegal

Masyarakat Kecamatan Kintap Demo Tambang Ilegal

Sejak hari Senin (20/02/2012) kemaren masyarakat sekecamatan Kintap berdemo di jalan pelabuhan khusus batu bara di Desa Pandansari. Mereka menuntut agar para pengusaha batu bara bisa bekerja sama, yaitu dengan membeli hasil More »

FITUR Ular Sawa

Pengalaman Pribadi: Mencari Ikan dapat Ular Sawa (Pyton)

Kemaren baru beli lukah, niat hati menyalurkan hoby lama yaitu mamasang lukah, lukah pun dipasang. Ibarat orang bertani tanah sudah dicangkul, padi sudah ditanam, tinggal menunggu hasilnya. Tadi malam mimpinya dapat ikan More »

Terjemah Maulid Al Barzanji

maulid barzanji 233x300 Terjemah Maulid Al BarzanjiDengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

Aku mulakan riwayat Maulid ini dengan nama Allah yang Maha Tinggi derajatNya, dengan hal keadaanku mengharapkan limpah berkat pada segala apa yang dikurniakan kepada ku olehNya, dan juga aku mengucapkan sepenuh penuh kepujian dengan segala senang hatiku kepadaNya, ialah karena aku syukurkepadaNya dengan syukur yang seelok-eloknya.

Dan lagi aku memohon kepadaNya muga-muga la mengurniakankesejahteraan dan rahmatNya, kepada Nur yang la telah jadikan terdahuludaripada segala makhluk yang lainnya, yaitulah Nur yang telah berpindah-pindahdaripada satu dahi kepada satu dahi yang mulia keadaannya, yaitulah dahimoyang-moyang Nabi kita Muhammad Sall-Allahu alaihi-wa-sallam sehingga kepada dahi Abdullah ayahandanya.

Dan aku memohon lagi kepada Allah muga-muga Ia mengurniakan keredhaanNya, kepada keluarga Nabi kita itu khasnya, dan kepada sahabat-sahabatnya dan sekalian orang-orang Islam amnya.

Dan pula aku memohon kepada Allah yang maha sempurna zatNya dan segala sifat-sifatNya, muga-muga la mengurniakan kepada kita sekalian petunjuk kepada jslan yang terang lagi nyata benarnya. Dan lagi aku memohon kepadaNya muga-muga la memelihara kita daripada kesesatan pada langkah-langkah kita ke semuanya.

Setelah apa yang tersebut itu maka sekarang aku bentangkan kisah sejarah hidup Nabi kita Muhammad s.a.w. dengan ringkasnya, dan aku susunnya dengan menyatakan mula-mula sekali nasab keturunannya yang menyenangkan siapa yang mendengarnya, dan aku meminta tolong kepada Allah Ta’ala yang Maha Kuasa dan Maha Kuat sifatNya karena bahwasanya tiada daya dan tiada upaya melainkan semata-mata pada Allah jua letaknya.

YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA

Aku nyatakan bahwa Nur yang tersebut tadi itu akhirnya telah menjadilah Penghulu kita Saiyidina Muhammad muga-muga Allah kurniakan kesejahteraan kepadanya. Saiyidina Muhammad itu ialah anak Abdullah, dan Abdullah itu anak Abdul Muttalib maka Abdul Muttalib itu juga digelarkan oleh orang sebagai Syaibatul Hamd namanya. Dan Abdul Muttalib itu anak Hasyim yang digelarkan Amr anak Abdi Manaf yang juga dinamakan AI mughirah anak Qusai dan Qusai ini Mujamma’ gelarannya. Perkataan Qusai ini asal maknanya ialah Kejauhan karena ia tinggal di Mekah pada mula-mulanya. Tetapi ketika kecilnya lagi ia telah dibawa pindah oleh ibunya ke negeri Qudhaa’ah yang jauh letaknya. Tetapi akhirnya ia telah dikembalikan oleh Allah ke negeri Mekah yang dimuliakan tanahnya. Lalu ia pun telah menjaga negeri Mekah itu dengan seteguh-teguhnya.

Maka Qusai itu ialah anak Kilab yang juga dinamakan Hakim anak Murrah anak Ka’ab anak Lu-ai anak Ghalib anak Fihir yang juga disebutkan Quraish namanya. Dan nama Quraish inilah dipakai bagi kaum Quraish itu yang mengandungi anak cucunya. Tetapi sebelum kaum itu dinamakan Quraish maka Kinanilah namanya, sebagaimana yang telah dikatakan oleh banyak pakar- pakar nasab yang luas pengetahuannya. Dan mereka itu telah tetap berkepercayaan dan berpuas hati bahwa begitulah keadaannya. Dan Fihir atau Quraisy itu pula anak Malik yang ialah pula anak Nadhar anak Kinaanah anak Khuzaimah anak Mudrikah anak Ilyas seterusnya.

Dan Ilyas inilah orang yang mula-mula sekali menghadiahkan unta-unta kepada Tanah Haram Mekah untuk ia membuat kurban akannya. Dan telah didengar oleh orang dari dalam tulang sulbi Ilyas itu akan suara Nabi kita Muhammad s.a.w. menyebut-nyebut dan memuji-muji Allah Ta’ala dan mengucap talbiah kepadaNya. Ilyas itu pula anak Nizar anak Ma’ad anak Adnan dan begitulah nasab itu susunannya.

Maka susunan keturunan atau nasab Rasulullah s.a.w. ini mengikut sebagaimana yang dinyatakan oleh Hadith Nabi kita s.a.w. yang benar keadaannya. Dan Adnan itu nasabnya bersambung hingga kepada seorang kekasih Allah yaitulah Nabi Ibrahim moga-moga Allah cucurkan rahmat keatasnya. Tetapi Nabi kita telah melarang dan menahan supaya jangan disebutkan satu persatu nama ninda-nindanya yang daripada Adnan hingga kepada Nabi Ibrahim moyangnya. Tetapi tidak syak lagi di sisi ahli-ahli yang mahir berkenaan keturunan Nabi kita itu atau nasabnya, bahwa Adnan itu ialah keturunan dari Nabi Ismail moga-moga Allah kurniakan kesejahteraan kepadanya.

Dan Nabi Ismail itu pula ialah seorang putera Nabi Ibrahim yang terkenal kelebihannya. Maka sungguh cemerlang keturunan itu seolah-olah bagaikan seutas rantai yang ditatah oleh permata-permata yang gemerlapan seperti bintang-bintang indahnya. Betapa tidak karena bukankah Penghulu kita saw. itu menjadi permata yang terpilih yang berada ditengah-tengahnya, dan walaupun dia asalnya seorang yatim tetapi Allah Ta’ala telah memeliharanya. Alangkah mulia keturunan yang tersebut itu yang kesemuanya telah dipelihara oleh Allah dari kejahatan zina di masa jahiliah dahulunya.

Adapun keterangan ini ada diriwayatkan oleh Syeikh Zainuddin seorang Iraq bangsanya, didalam sebuah karangan yang lezat ceteranya.

Maka untuk memuliakan Nabi kita s.a.w. dan memeliharanya itulah sebabnya Allah Ta’ala telah memelihara seluruh nenek moyangnya, dari melakukan maksiat zina yang sangat keji adanya. Maka oleh karena itu tidaklah kekejian zina itu mengenai nasabnya. Kesemua datuk nenek Nabi saw. dari Nabi Adam hingga kepada ayahandanya Abdullah dan bundanya Aminah tidak pernah melakukan zina sekaliannya.

Maka cahaya kenabian Nabi kita itu telah berpindah-pindah pada tiap-tiap dahi nenek moyangnya itu dengan nyatanya. Dan semakin ternyata cahaya itu seumpama bulan purnama pada dahi Abdul Muttalib datuknya dan pada dahi Abdullah bapaknya

YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA

Dan apakala Allah Ta’ala berkehendak menjadikan Nur yang tersebut itu sebagai RasuINya, yang dinamakan Muhammad dengan mempunyai roh dan jasad serta sifat-sifatnya, maka Allah Ta’ala pun memindahkan cahaya itu dari Saiyidina Abdullah ayahandanya, kepada rahim Sitti Aminah Az-zuhriah bundanya. Dan Allah Ta’ala yang senantiasa dekat pada mereka yang taat kepadaNya, dan yang memperkenalkan doa mereka yang berdoa dengan bersungguh-sungguh kepadaNya, telah menentukan bahwa Sitti Aminah itulah yang menjadi ibu bagi Nabi PilihanNya, serta sekalian Malaikat telah berseru-sera mernberitahu kepada segala petala langit dan bumi dengan lantangnya, berkenaan mengandungnya Sitti Aminah akan Nur Nabi Allah itu dan Pesuruh-Nya.

Dan mereka yang telah mengetahui akan kedatangan Nabi saw., itu serta menunggu-nunggunya, telah merasa sangat sukacita dan bertambah tambah rindu terhadap kezahirannya, seolah-olah perasaan mereka seperti ketika angin sepoi-sepoi bahasa bertiup pada waktu subuh dengan lembutnya, yang menjadikan mereka rindu kepada matahari yang akan terbit kemudiannya. Dan jadilah subur segala tumbuh tumbuhan di Tanah Mekah setelah beberapa lama keringnya, laksana bumi dipakai dengan pakaian yang hijau yaitu Sundus namanya. Dan pada masa itu juga buah-buahan telah mulai menjadi ranum rasanya, dan telah hampirlah masa tuan-tuan empunya pohon buah-buahan itu memetiknya.

Dan pula berkenaan mengandungnya Siti Aminah itu maka segala singgasana raja-raja kafir pada ketika itu telah runtuhlah dengan sekonyong-konyongnya, dan pula segala berhala-berhala telah tersungkur ke atas mukanya dan mulutnya, dan segala binatang-binatang jinak dan liar baik di darat atau di taut telah berasa amat sukacitanya, ialah dengan sebab segala binatang-binatang itu telah menerima berita berkenaan Junjungan kita s.a.w. itu sudah dikandung oleh Sitti Aminah yang bertuah nasibnya. Bahkan lain-lain makhluk juga pada masa itu telah merasai lezat kesukaan dengan amat gembiranya, umpama dapat minum segelas air yang sangat menyegarkan rasanya.

Dan pula segala jin-jin telah diberitahu akan kabar yang menyenangkan itu dengan jelasnya, tetapi pula sekalian tukang tukang tilik dan ahli-ahli sihir telah berasa lemah dengan gemetarnya, dan demikian juga ulama’-ulama’ Nasrani telah takut dan bimbang ialah dengan sebab telah dekat masa kedatangannya.

Dan telah sibuklah sekalian orang-orang yang mengetahui hal itu bercakap-cakap dan bertanya-tanya berkenaannya, dan mereka itu telah tercengang dan heran mendengarkan berita-berita tentang keelokan sifat-sifatnya, sebagaimana yang ada seperti di dalam Kitab kitab Suci yang dahulu seperti Taurat dan Injil dan sebagainya.

Dan ketika Sitti Aminah yang mengandung itu sedang tidur tiba tiba datanglah suatu wujud kepadanya; lalu wujud itu berkata: “Hai Aminah sesungguhnya engkau telah mengandung Penghulu sekalian manusia dan sebaik-baik makhluk adanya. Dan apabila engkau sudah melahirkan dia nanti dengan selamat, maka engkau namakanlah dia Muhammad yang berarti seorang yang terpuji ialah karena ia akan dipuji kesudahannya.”

YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA

Dan apabila Nabi kita telah dikandung dua bulan oleh ibunya menurut pernyataan ahli-ahli sejarah yang masyhur riwayatnya, maka wafatlah di negeri Madinah, Sayidina Abdullah, ayahandanya. Dan keadaan wafatnya di sana: ia sedang melalui kota itu lalu ia singgah di tempat ninda-ninda saudaranya, yaitu keluarga Bani ‘Adi dari suku Najjar, tiba-tiba ia mendapat sakit di sana sebulan lamanya, lalu mereka pun telah merawatnya serta mencoba mengobati penyakitnya, tetapi usaha mereka tiada berhasil seperti yang mereka harapkan, lalu wafatlah Sayidina Abdullah di sana karena sudah sampai ajalnya, lalu di sana juga mereka mengebumikannya.

Dan ketika Sitti Aminah telah sempurna mengandung Nabi saw. sembilan bulan lamanya, menurut perkataan ahli-ahli Tarikh yang kuat keterangannya, pada ketika itu juga telah mulai tiba musim akhir kemarau, tiba-tiba datanglah kepada ibu Nabi saw. pada malam menjelang kelahirannya, Sitti Asiah dan Sitti Mariam serta beberapa bidadari dari Surga, maka mulailah Sitti Aminah merasa sakit untuk bersalin kemudian ia pun melahirkan Junjungan kita di dalam keadaan dengan cahanya yang gilang-gemilang.

(BERDIRI)

Cahaya yang seperti matahari bersihnya
Menerangi malam dengan amat terangnya:
Malam yang dilahirkan Nabi kita didalamnya
Yang membawa agama yang nyata benarnya.
Maka karena itu dapatlah Sitti Aminah ibunya
kemegahan yang wanita lain tidak mendapatinya:
la membawa seorang putera untuk manusia sekalian:
Putera yang lebih mulia dari anak Mariam yang dara.
Kelahiran Nabi kita pada pandangan kafir umumnya
ialah suatu kedukaan yang terasa sangat berat.
Maka bertalu-talulah suarabersorak dengan riuhnya:
“Telah zahir Nabi pilihan; inilah kegembiraan yang sebenarnya.”

Demikianlah keadaan dilahirkan Nabi kita itu dengan ringkas, dan telah disetujui oleh ulama’-ulama’ dan ketua-ketua Islam sekalian, bahwa sangat patut kita berdiri ketika kita sampai di sini membacanya, ialah untuk menunjukkan kesukaan kita kepada kelahiran Nabi dan cinta kepada dirinya, dan juga untuk menandakan bahwa kita memuliakannya. Maka sungguh bertuahlah siapa yang suka memuliakan Nabi s.a.w. itu sebagai tujuan hidupnya.

YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA

Maka lahirlah Nabi kita Muhammad saw. itu dari bundanya dengan meletakkan ke atas bumi dua belah tangannya, dan ia mendongakkan mukanya kelangit serta terbuka matanya, keadaan begitu adalah sebagai menandakan kemuliaannya dan ketinggiannya, serta kelebihan kelebihannya yang melebihi makhluk lain semuanya. Dan juga yang demikian itu adalah menunjukkan bahwa ia kekasih Allah yang dijadikan sangat indah perangainya dan bentuk rupanya.

Dan setelah dilahirkan Nabi s.a.w. itu maka segeralah Siti Aminah ibunya memanggil Abdul Muthallib nindanya, dan ketika itu Abdul Muthallib ada di Ka’abah sedang tawaf mengelilinginya, lalu apabila mendengar yang demikian itu besarlah kegembiraannya. la pun datang melihat Nabi dengan segera, dan kemudian ia membawa Nabi ke Ka’abah lalu masuk ke dalamnya, dan ia berdiri di situ serta berdoa kepada Allah dengan niat bersihnya, dan ia bersyukur kepada Allah karena telah dikurniakan seorang cucunda kepadanya.

Nabi kita Muhammad s.a.w. itu dilahirkan dengan sangat bersih keadaannya, serta ia telah berkhitan dan telah terpotong pusatnya dari dalam perut ibunya. Dan harum bau tubuhnya, serta berminyak rambutnya, serta tercelak kedua matanya, adalah dengan kudrat dan kehendak Tuhannya. Inilah riwayat yang masyhur walaupun ada sebagian ularna’ yang lain mengatakan bahwa Nabi kita itu telah dikhitan oleh Abdul Muttalib nindanya setelah Nabi sempurna tujuh malam umurnya. Dan nindanya itu telah mengadakan majelis jamuan karena bersesuaian dengannya, serta ia menamakan dia Muhammad dan memuliakan kedudukannya.

YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA

Maka telah terjadilah beberapa kejadian yang mengherankan ketika dilahirkan, dan yang demikian itu ialah sebagai tanda-tanda untuk menguatkan iman kita bahwa Nabi itu dipilih oleh Allah untuk dijadikan NabiNya dan Rasul-Nya.

Satu dari perkara-perkara yang luar biasa itu sebagaimana yang tersebut tadinya, ialah ketika dilahirkan Nabi kita maka malaikat-malaikat yang menjaga langit telah ditambah bilangannya, supaya langit itu menjadi lebih kukuh pemeliharaannya, dan telah dihalau dari langit segala jin-jin yang ingkar dan syaitan-syaitan yang jahat kelakuannya, dan telah dilemparkan kepada semua syaitan-syaitan yang hendak naik ke langit itu api yang membakar, dan telah turun kepada Nabi kita beberapa bintang-bintang yang terang cahayanya, dan dengan sebab ini teranglah pada malam itu Kota Mekah baik tanah ratanya atau bukit-bukitnya.

Dan juga telah keluar bersama-sama Nabi saw. suatu cahaya yang amat terang keadaannya, yang menerangi seluruh tempat dilahirkan Junjungan kita saw., sama seperti cahaya lampu-lampu yang menerangi mahligai raja Romawi di Syam negerinya. Maka dilihat cahaya itu oleh mereka-mereka yang tinggal di Tanah Mekah.

Dan juga telah roboh istana raja Parsi di dalam negeri Iraq di Kota Madain tempatnya. Maka istana yang roboh itu telah dibangun oleh raja Parsi yang bernama Anusyarwan dengan megah, maka runtuh empat belas menara yang tinggi dari menara-menaranya, dan telah berguncang kerajaan Parsi itu dengan sebab terperanjat pada kejadian-kejadian yang dengan tiba-tiba menimpanya. Dan beberapa api yang disembah oleh orang-orang kafir Parsi tiba-tiba padam pada malam itu, padahal api itu dijaga oleh mereka dan tidak pernah padam dari semenjak seribu tahun sebelumnya. Maka padamnya api itu ialah dengan sebab terbitnya cahaya wajah Nabi s.a.w yang bersinar seperti terangnya bulan empat belas.

Dan juga pada ketika itu keringlah air telaga yang bernama Sa’awah yang terletak di antara negeri Hamdan dan Qom di dalam negeri Parsi. Maka telaga itu jadi kering karena telah kering semua mata-airnya, tetapi sebaliknya telah melimpah pula air pada lembah yang bernama Samawah padahal biasanya lembah itu kering kerontang dan banyak batunya, serta tidak pernah sebelum itu dapat dijumpai air di situ walaupun untuk menghilangkan dahaga siapapun yang kering kerongkongannya.

Dilahirkan Junjungan kita saw. itu di suatu tempat yang dikenali dengan nama Al ‘Iraas di dalam negeri Mekah letaknya, dan Mekah itu ialah negeri yang tidak boleh dipotong pohon pohonnya dan tidak boleh dicabut rumput-rumputnya.

Maka telah sedikit berselisih pendapat ulama’ Sejarah berkenaan dilahirkannya Junjungan kita saw. itu tentang tahunnya, dan juga tentang bulannya dan harinya. Tetapi pendapat yang kuat diantara pendapat-pendapat tadinya, ialah Junjungan kita saw. itu telah dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi’ul Awwal di dalam Tahun Gajah namanya, karena pada tahun itu raja negeri Habsyah telah mencoba menyerang kota Mekah dengan menggunakan gajah-gajah yang banyak jumlahnya. Tetapi Allah Ta’ala telah menyekat dan menghalang mereka untuk sampai ke Mekah karena la memeliharanya.

YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA

Bahwa Junjungan kita saw. itu disusui oleh ibunya selama beberapa hari masanya, dan kemudian ia disusui oleh seorang perempuan yang bernama Tsuwaibah dari kaum Aslam namanya. Tsuwaibah itu asalnya seorang budak kepunyaan Abu Lahab tetapi Abu Lahab telah memerdekakannya, ketika Tsuwaibah itu datang memberitahu akan kelahiran Junjungan kita itu kepadanya. Maka Abu Lahab memerdekakan Tsuwaibah karena berita itu sangat menggembirakan hatinya.

Maka Tsuwaibah juga menyusui bersama Rasulullah anak lelakinya sendiri Masruh namanya, dan juga seorang anak lelaki orang lain yaitu Abi Salamah gelarannya, serta Tsuwaibah itu sangat memuliakan Nabi dan menghormatinya. Dan sebelum itu Tsuwaibah juga telah menyusui Sayidina Hamzah seorang paman Nabi saw. yang dipuji karena jasanya karena ia banyak menolong dan mempertahankan Agama Islam serta membelanya.

Dan kemudian nanti pada ketika Nabi saw. telah menjadi Rasul dan telah hijrah ke Madinah, Nabi mengirim kepada Tsuwaibah itu dari Madinah hadiah uang dan pakaian yang layak baginya. Maka selalu hadiah itu datang dari Nabi saw. kepada Tsuwaibah hingga Tsuwaibah menemui ajalnya.

Ada sebagian orang mengatakan bahwa Tsuwaibah berpegang terus pada agama kaumnya, yaitu agama jahiliah hingga matinya, tetapi ada pula orang yang mengatakan bahwa ia telah memeluk Islam sebelum akhir hayatnya, dan perselisihan ini disebutkan dan diceritakan oleh lbnu Mandah yang terkenal namanya.

Bahwa setelah Nabi saw. disusui oleh Tsuwaibah yang telah disebut tadi, maka ia telah disusui pula oleh seorang perempuan muda yang digelari Halimah As sa’diah, dan Halimah sebelum Nabi saw. disusui olehnya, ia telah mencoba mencari upah dengan susah payah, untuk hendak menyusui siapa saja anak-anak orang Mekah, tetapi telah ditolak oleh mereka dengan sebab kemiskinannya. Tetapi ketika ia menyusui Rasulullah saw. maka ia menjadi lega dan berkat kehidupannya, pada hari itu juga sebelum terbit matahari, setelah ia menderita kepicikan dan kesusahan yang sulit ditanggung olehnya.

Maka Allah Ta’ala telah mengurniakan kepada Halimah itu air susu yang banyak lagi putih dan bersih keadaannya. Maka menyusulah Nabi saw. akan susu yang di sebelah kanannya, manakala seorang anak lain menyusu pula akan susu yang di sebelah kirinya, lalu jadilah Halimah itu mewah dan senang kehidupannya, padahal sebagaimana telah disebutkan tadi, keadaan Halimah sebelum itu papa serta kurus dan lemah badannya. Bahkan menjadi gemuk seekor unta dan beberapa ekor kambing yang dipelihara olehnya, dan hilanglah dari sisi Halimah itu segala bala’ dan kecelakaan dan sebagainya, bahkan sebaliknya kehidupan Halimah itu telah diliputi oleh keadaan yang bertuah selanjutnya, yaitu murah rezeki serta senang dan aman dengan sepenuhnya.

Catatan:

Terjemah Kitab Al-Barjanzi masih belum lengkap. Insya Allah Lain Waktu dilengkapi.

Uploading by. M Hasbi – S2 Syariah Islamiyah – Mesir

Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Pendidikan

curriculum 300x241 Peran Keluarga dan Masyarakat dalam PendidikanDidalam UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 10 ayat 4 dinyatakan bahwa : Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan. Sementara itu, dalam GBHN 1993 dinyatakan :

“Pendidikan Nasional dikembangkan secara terpadu dan serasi baik antar berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan, maupun antara sektor pendidikan dengan sektor pembangunan lainnya serta antar daerah. Masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan seluas-luasnya untuk bkerperan serta dalam penyelenggaran pendidikan nasional.”

 

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sekolah hanyalah pembantu kelanjutan pendidikan dalam keluarga sebab pendidikan yang pertama dan utama diperoleh anak adalah dalam keluarga. Peralihan bentuk kpendidikan jalur luar sekolah ke jalur pendidikan sekolah (formal) memerlukan “Kerja Sama” antara orang tua dan sekolah (Pendidik).

Sikap anak terhadap sekolah terutama akan dipengaruhi oleh sikap orang tuanya. Begitu juga sanga di perlukan kepercayaan orang tua terhadap sekolah (pendidik) yang menggantikan tugasnya selama diruang sekolah. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, mengingat akhir-akhir ini sering terjadinya tindakan-tindakan kurang terpuji dilakukan anak didik, sementara orang tua seolah-olah tidak mau tahu, bahkan cenderung menimpahkan kesalahan kepada sekolah.

Orang tua harus memperhatikan sekolah anaknya yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai segala usahanya. Begitu juga orang tua harus menunjukkan kerja samanya dalam mengarahkan cara anak belajar di rumah, membuat pekerjaan rumahnya, tidak disita waktu anak dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, orang tua harus berusaha memotivasi dan membimbing anak dalam belajar.

Berdasarkan hasil riset bahwa pekerjaan guru di sekolah akan lebih efektif apabila dia mengetahui latar belakang dan pengalaman anak didik di rumah tangganya. Anak didik yang kurang maju dalam pelajaran, berkat kerja sama orang tua anak didik dengan pendidik, banyak kekurangan anak didik yang dapat diatasi, lambat laun juga orang tua menyadari bahwa pendidikan atau keadaan lingkungan rumah tangga dapat membantu kesukaran anak di sekolah.

Pada dasarnya cukup banyak cara yang dapat ditempuh untuk menjalin kerja sama antara keluarga dengan sekolah. Contohnya :

 

1.      Adanya kunjungan kerumah anak didik.

Pelaksanaan kunjungan kerumah anak didik ini berdampak sangat positif, diantaranya :

  1. Kunjungan melahirkan perasaan pada anak didik bahwa sekolahnya selalu memperhatikan dan mengawasinya.
  2. Kunjungan tersebut memberi kesempatan kepada si pendidik melihat sendiri dan mengobservasi langsung cara anak didik belajar, latar belakang hidupnya, dan tentang masalah yang dihadapinya, dalam keluarga.
  3. Pendidik berkesempatan untuk memberikan kepada orang tua anak didik tentang pendidikan yang baik, cara-cara menghadapi masalah-masalah yang sedang dialami anaknya (kalau anaknya bermasalah).
  4. Hubungan antara orang tua dengan sekolah akan bertambah erat.
  5. Kunjungan dapat memberikan motivasi kepada orang tua anak didik untuk lebih terbuka dan dapat bekerja sama dalam upaya memajukan pendidikan anaknya.
  6. Pendidik mempunyai kesempatan untuk mengadakan interview mengenai berbagai macam keadaan atau kejadian tentang sesuatu yang ingin ia ketahui.
  7. Terjadinya komunikasi dan saling memberikan informasi tentang keadaan anak serta saling memberi petunjuk antara guru dengan orang tua.

 

2.       Diundangnya Orang Tua ke Sekolah

Kalau ada berbagai kegiatan yang diselenggarkaan oleh sekolah yang memungkinkan untuk dihadiri oleh orang tua, maka akan positif sekali artinya bila orang tua diundang untuk datang ke sekolah. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud umpamanya class meeting yang berisi perlomaan-perlombaan yang mendemonstrasikan kebolehan anak dalam berbagai bidang, pameran hasil kerajinan tangan anak, pemutaran film pendidikan dan sebagainya.

Seharusnya undangan terhadap orang tua kesekolah ini minimal dilaksanakan satu kali dalam setahun.

 

3.      Case Conference

Case Coference merupakan rapat atau konferensi tentang kasus. Biasanya digunakan dalam bimbingan konseling. Peserta konferensi ialah orang yang betul-betul mau ikot membicarakan masalah anak didik secara terbuka dan suka rela, seperti orang tua anak didik, guru-guru, petugas bimbingan yang lain, dan para ahli yang ada sangkut pautnya dengan bimbingan seperti Social Worker dan sebagainya. Konferensi biasa dipimpin oleh seorang yang paling mengetahui bimbingan konseling, khususnya tentang kasus yang dimaksud.

Konferensi tersebut bertujuan mencari jalan yang paling tepat agar masalah anak didik dapat diatasi dengan baik. Biasanya hasil konferensi akan lebih baik karena data dikumpulkan oleh beberapa orang, serta interprestasi, analisis dan penentuan diagnosis suatu masalah dilakukan dengan sistem musyawarah mufakat.

 

4.      Badan Pembantu Sekolah

Badan pembantu sekolah adlaah organisasi orang tua murid atau wali murid dan guru. Organisasi dimaksud merupakan kerja sama yang paling terorganisasi antara sekolah atau guru dengan orang tua murid.

Sampai sekarang, organisasi ini telah beberapa kali mengalami perubahan nama karena disesuaikan dengan perkembangan situasi pendidikan dan masyarakat pada mulanya organisasi ini diberi nama perkembangan orang tua murid atau guru (POMG), kemudian berubah menjadi persatuan orang tua murid (POM), Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3), dan sekarang dikenal dengan istilah Komite Sekolah

 

5.      Mengadakan Surat Menyurat antara Sekolah dan Keluarga.

Surat-menyurat ini diperlukan terutama pada waktu-waktu yang sangat diperlukan bagi perbaikan anak didik, seperti surat peringatan dari guru kepada orang tua jika anaknya perlu lebih giat, sering membolos, sering berbuat keibutan dan sebagainya.

Surat-menyurat ini juga sebenarnya sangat baik bila dilakukan oleh orang tua kepada guru atau langsung ke kepala sekolah / madrasah untuk memantau keadaan anaknya disekolah.

 

6.      Adanya Daftar Nilai atau Raport

Raport biasa diberikan setiap catur wulan kepada murid, ini dapat dipakai sebagai penghubung antara sekolah dengan orang tua. Sekolah dapat memberikan surat peringatan atau meminta bantuan orang tua bila hasil raport anaknya kurang baik atau sebaliknya.

Inilah beberapa contoh yang bisa dilakukan untuk menjalin kerja sama antara sekolah dengan keluarga. Semua bentuk kerja sama ini sangat bermanfaat dalam memajukan pendidikan sekolah pada umumnya dan anak didik pada khususnya.

 

2.2 Hubungan Masyarakat dengan Sekolah Serta Peran Masyarakat Terhadap Pendidikan.

Dilihat dari konsep pendidikan, masyarakat adalah sekumpulan banyak orang dengan berbagai ragam kukalitas diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai dengan yang berpendidikan tinggi, sementara itu, dilihat dari lingkungan pendidikan, masyarakat disebut lingkungan pendidikan nonformal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan terencana kepada sluruh anggotanya, tetapi tidak sistematis tanpa dukungan masyarakat, pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal. Sekarang hampir semua sekolah memempunyai komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah, sebab masyarkaat dari berbagai lapisan sosial ekonomi sudah sadar betapa pentingnya dukungan mereka untuk keberhasilan pembelajaran di sekolah.

Mohammad Noor Syam, dalam bukunya Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila, mengemukakan bahwa hubungan masyarkaat dengan pendidikan sangat bersifat korelatif, bahkan seperti telur dengan ayam. Masyarakat maju karena pendidikan dan pendidikan yang maju hanya ditemukan dalam masyarakat yang maju pula.

Sementara itu, Sanafiah Faisal mengemukakan bahwa hubungan antar sekolah (pendidikan) dengan masyarakat paling tidak, bisa dilihat dari dua segi berikut :

1.      Sekolah sebagai patner masyarakat di dalam melaksanakan fungsi pendidikan. Dalam konteks ini, berarti keduanya yaitu sekolah dan masyarakat dilihat sebagai pusat-pusat pendidikan yang potensial dan mempunyai hubungan yang fungsional.

 

a.       Fungsi pendidikan di sekolah sedikit banyak dipengaruhi pula oleh corak pengalaman seseorang di lingkungan masyarakat.

Pengalaman pada berbagai macam kelompok pergaulan di dalam masyarakat, jenis bacaan, tontonan, serta aktifitas-aktifitas  lainnya di tengah masyarakat.

Kesemuanya membawa pengaruh terhadap fungsi pendidikan yang dimainkan oleh sekolah terhadap diri seseorang. Kondusif tidaknya dan positif tidak pengalaman seseorang di lingkungan masyarakat tidak dapat dielakan pengaruhnya terhadap keberhasilan fungsi pendidikan di sekolah.

Karena hal itulah, maka sekolah juga berkepentingan dengan perubahan lingkungan seseorang ditengah-tengah masyarakat, antara lain bisa dilakukan dengan melakui fungsi layanan konseling, penciptaan forum komunikasi antara organisasi sekolah dengan lembaga-lembaga lainnya di masyarakat. Sebaliknya, partisipasi secara sadar dari seseorang untuk senantiasa belajar dari lingkungan masyarkat, sedikit banyak juga ditentukan oleh tugas-tugas belajar serta pengarahan belajar yang dilancarkan di sekolah.

b.      Fungsi pendidikan di sekolah akan dipengaruhi oleh sedikit banyaknya serta fungsional tidaknya pendayagunaan sumber-sumber belajar di masyarakat. Kekayaan sumber-sumber belajar ditengah masyarakat seperti adanya perpustakaan umum, adanya meseum, adanya kebun binatang, adanya peredaran Koran dan majalah serta sumber-sumber belajar lainnya, disamping berfungsi sebagai medium pendidikan bagi masyarakat luas, sumber-sumber tersebut juga bisa berfungsi pula untuk didayagunakan bagi fungsi penidikan sistem persekolahan.

Pendayagunaan sumber-sumber belajar di masyarkat bagi kepentingan fungsi pendidikan di sekolah, peningkatannya bisa dilakukan dengan jalan penentuan strategi belajar mengajar yang mengaktifkan keterlibatan mental siswa di dalam mengkaji sumber-sumber belajar di lingkungannya, sebaliknya gerakan-gerakan pendidikan yang diorganisasi di tengah-tengah masyarakat (pendidikan luar sekolah), penuanaian fungsi dari pendidikan di masyarakat itu juga bisa dan fungsional jika mendaya gunakan sumber-sumber sekolah yang berupa guru, gedung, serta perlengkapan lainnya.

2.      Sekolah sebagai prosedur yang melayani pesan-pesan penddikan dari masyarakat dan lingkungannya.

Berdasarkan hal ini, berarti antara masyarakat dengan sekolah memiliki ikatan hubungan rasional berdasarkan kepentingan di kedua belah pihak. Berkenaan dengan sudut pandang tersebut, berikut ini dideskripsikan tentang hubungan rasional dimaksud.

a.       Sebagai lembaga layanan terhadap kebutuhan pendidikan masyarakatnya, sekolah sudah tentu membawa konsekuensi-konsekuensi konseptual dan teknis sehingga berkesesuaian antara fungsi pendidikan yang dimainkan oleh sekolah dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam hal ini pengertian masyarakat termasuk di dalamnya komponen-komponen lain di masyarakat. Tujuan pendidikan, baik di tingkat tujuan institusional, tujuan kurikuler, maupun di tingkat tujuan instruksional (TIU dan TIK), semuanya harus disesuaikan secara rasional dengan persyaratan-persyaratan kemampuan dan kepribadian yang secara ideal maupun praktis diciptakan atau dibutuhkan oleh masyarakat bersangkutan. Untuk itu, diperlukan adanya mekanisme informasi timbale balik yang rasional, objektif dan realistis antara sekolah sebagai produser pendidikan dengan masyarakat yang mengonsumsi output pendidikan sangatlah diperlukan.

 

b.      Akurasi sasaran atau target pendidikan yang ditangani oleh lembaga atau organisasi persekolahan, akan ditentukan pula oleh kejelasan formulasi kontrak antara sekolah (selaku pelayan) dengan masyarakat selaku pemesan.

Rumusan-rumusan umum tentang kebutuhan dan cita-cita pendidikan yang diinginkan masyarakat, sudah tentu memerlukan operasionalisasi dan spesifikasi sehingga memungkinkan pengukuran terhadap terpenuhi fungsi layanan sekolah sebagaimana yang dibebankan oleh masyarkat.

Dalam hal ini diperlukan pendekatan komprehensif didalam pengembangan program dan kurikulum untuk masing-masing jenis dan jenjang persekolahan yang diperlukan.

c.       Penuaian fungsi sekolah sebagai pihak yang dikontrak untuk melayani pesanan-pesanan pendidikan oleh masyarakat, sedikit banyak akan dipengaruhi oleh ikatan-ikatan objektif diantara keduanya.

Ikatan objektif dimaskud bisa-bisa berupa perhatian, penghargaan, dan topangan-topangan tertentu seperti dana, fasilitas, dan jaminan-jaminan objektif lainnya yang memberikan makna penting terhadap eksistensi dan produk di sekolahan. Hubungan antara sekolah dengan masyarakat yang mengontraknya, kalau tidak disertai dengan jaminan dan ikatan-ikatan objektif sebagaimana layaknya yang terjadi antara pihak dikontrak, maka sedikit banyak akan berpengaruh pada penunaian fungsi lembaga persekolahan. Dengan demikian, maka penggarapan pada tingkat system yang berfungsi melembagakan kewajiban an tanggung jawab masyarakat terhadap keberadaan serta produk atau output persekolahan dengan sendirinya menjadi sangat penting dan diperlukan.

 

Sebagaimana yang dikemukakan terdahulu, masyarakat yang merupakan lembaga ketiga sebagai lembaga pendidikan, dalam konteks penyelenggaraan pendidikan itu sendiri besar sekali perannya. Bagaimanapun kemajuan an keberadaan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh peran serta masyarakat yang ada. Berikut ini adalah beberapa peran dari masyarakat terhadap pendidikan (sekolah).

1.      Masyarkat berperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah.

2.      Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap membantu danmendukung cita-cita dan kebutuhan masyarakat.

3.      Masyarakatlah yang ikut menyediakan tempat pendidikan seperti gedung-gedung meseum, perpustakaan, panggung-panggung kesenian, kebun binatang dan sebagainya.

4.      Masyarakatlah yang meyediakan berbagai sumber untuksekolah. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu masalah yang sedang dipelajari anak didik.

Orang-orang yang mempunyai keahlian khusus banyak sekali terhadap di masyarakat, seperti petani, peternak, saudagar, polisi, dokter dan sebagainya.

5.      Masyarakat sebagai sumber pelajaran atau laboratorium tempat belajar.

Disamping buku-buku pelajaran, masyarakat memberi bahan pelajaran yang banyak sekali, antara lain seperti aspek alami industri, perumahan, transportasi, perkebunan, petambangan dan sebagainya.

 

Dengan demikian, jelas seklai bahwa peran masyarakat sangatlah besar terhadap pendidikan sekolah. Untuk itu, sekolah perlu memanfaatkannya sebaik-baiknya, paling tidak bahwa pendidikan harus dapat mempergunakan sumber pengetahuan yang ada di masyarakat dengan alas an sebagai berikut.

1.      Dengan melihat apa yang terjadi di masyarakat, anak didik akan mendapatkan pengalaman langsung (first hand experience) sehingga mereka dapat memiliki pengalaman yang konkret dan mudah di ingat.

2.      Pendidikan membina anak-anak yang berasal dari masyarakat, dan akan kembali ke masyarakat.

3.      Di masyarakat banyak sumber pengetahuan yang mungkin guru sendiri belum mengetahuinya.

4.      Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan orang-orang yang terdidik dan anak didik pun membutuhkan masyarakat.

2.3 Pengaruh Timbal Balik Antara Sekolah, Keluarga dan Masyarakat.

Pendidikan selalu diarahkan untuk pengembangan nilai-nilai kehidupan manusia. Di dalam pengembangan nilai ini, tersirat pengertian manfaat yang ingin dicapai oleh manusia di dalam hidupnya. Jadi, apa yang ingin dikembangkan merupakan apa yang dapat dimanfaatkan dari arah pengembangan itu sendiri.

Kendatipun demikian, pendidikan tidak bisa lepas dari efek-efek luar yang saling mengaruhi keberadaannya, terutama bagi masyarakat sekitarnya yang mempunyai hubungan saling ketergantungan.

Dalam hal pengaruh sekolah terhadap masyarakat pada dasarnya tergantung kepada luas tidaknya produk serta kualitas output pendidikan (sekolah) itu sendiri.

Semakin besar output sekolah tersebut dengan disertai kualitas yang mantap, dalam artian mampu mencetak sumber daya manusia (human resources) yang berkualitas, maka tentu saja pengaruhnya sangat positif bagi masyarakat.

Ada 4 macam yang bisa dilakukan oleh sekolah terhadap perkembangan pengaruh tersebut :

1.      Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.

Kecerdasan masyarakat dapat dikembangkan melalui pendidikan baik formal, nonformal, maupun informal. Sekolah merupakan pelaksana pendidikan formal paling tepat karena programnya lebih ideal dibandingkan lembaga pendidikan yang lain.

2.      Membawa virus pembaharuan bagi perkembangan masyarakat.

Kualitas hidup masyarakat meningkat bila mereka tidak statis melainkan dinamis bermunculan adanya pembaharuan, penemuan-penemuan baru baik ilmu pengetahuan maupun teknologi. Penemuan dapat terjadi di masyarakat dan dapat juga di sekolah. Namun sudah menjadi tugas dan kewajiban sekolah untuk meperluaskan hasil penemuan dan pembaharuan tersebut.

3.      Melahirkan warga masyarakat yang siap dan terbekali bagi kepentingan kerja di lingkungan masyarakat.

4.      Melahirkan sikap positif dan kontruktif bagi warga masyarakat, sehingga tercipta integrasi sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

 

Sekolah merupakan salah satu lembaga masyarakat yang didalam terdapat reaksi dan interaksi antara warganya. Warga sekolah meliputi guru, murid, tenaga administrasi serta petugas sekolah.

Sebagai salah satu lembaga masyarakat maka sekolah perlu memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

1.      menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan masyarakat.

2.      Metode yang digunakan harus mampu merangsang kehidupan riil dalam masyarakat.

3.      Menumbuhkan  sikap pada murid untuk belajar dan bekerja dari kehidupan.

4.      Sekolah harus selalu berintegrasi dengan kehidupan masyarakat, sehingga kebutuhan keduanya terpenuhi.

5.      Sekolah seharusnya dapat mengembangkan masyarakat dengan cara mengadakan pembaruan tata kehidupan masyarakat.

ARTI STATISTIK DAN STATISTIKA

Statistik ARTI STATISTIK DAN STATISTIKAPengertian  Statistik berasal dari kata state (Yunani) yaitu negara dan digunakan untuk urusan negara. Dari uraian in dapat dikatakan bahwa statistik adalah rekapiltulasi dari fakta yang berbentuk angka-angka dissun dalam bentuk tabel dan diagram yang mendiskripsikan suatu permasalahan. Adapun jenis tabel, yaitu : Tabel Biasa, Tabel Kontigensi dan Tabel Distribusi Frekuensi, sedangkan jenis diagram yaitu : (Diagram batang, diagram garis atau grafik diagram lambang, lingkaran, diagram pastel, diagram peta dan diagram pencar).

 

Statistik bisa digunakan untuk ukuran sebagai wakil dari sekelompok fakta mengenai : nilai rata-rata mahasiswa, rerata produktivitas kerja perusahaan, persentase keberhasilan belajar, ramalan kemampuan mahasiswa, memprediksi hasil produksi pertanian dan sebagainya. Untuk memperoleh sejumlah informasi yang menjelaskan masalah untuk ditarik kesimpulan yang benar, harus melalui beberapa proses, yaitu proses pengumpulan informasi, pengolahan informasi, dan proses penarikan kesimpulan. Kesemuanya itu memerlukan pengetahuan tersendiri yang disebut Statistika.

Dalam perkembangannya untuk menyelesaikan suatu masalah dapat digunakan beberapa pendekatan antara lain statistika dalam arti sempit dan statistika dalam arti luas (Sutrisno Hadi, 1994:221).

 

Statistika dalam arti sempit (Statistika Deskriptif) ialah statistika yang mendeskripsikan atau menggambarkan tentang data yang disajikan dalam bentuk tabel, diagram, pengukuran tendensi sentra (rata-rata hitung, rata-rata ukur, dan rata-rata harmonik), pengukuran penempatan (median, kuartil, desil dan persentil), pengukuran penyimpanan (range, rentangan antar kuartil, rentangan semi antar kuartil, simpangan rata-rata, simpangan baku, varians, koefisien varians, dan angka baku), angka indeks serta mencari kuatnya hubungan dua variabel, melakukan peramalan (prediksi) dengan menggunakan analisis regresi linier, membuat perbandingan (komparatif). Tetapi dalam analisis korelasi, regresi maupun komparatif  tidak perlu menggunakan uji signfikansi lagi pula tidak bermaksud membuat generalisasi (bersifat umum).

 

Statistika dalam arti luas disebut juga dengan statistika inferensial/statistika induktif/statistika probabilitas ialah suatu alat pengumpul data, pengolah data, menarik kesimpulan, membuat tindakan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan atau statistika yang digunakan menganalisis data sampel dan hasilnya dimanfaatkan (generalisasi) untuk populasi. Hal ini sesuai dikatakan oleh Sudjana (1992:3) bahwa :

“Statistika (statistik) adalah ilmu terdiri dari teori dan metoda yang merupakan cabang dari matematika terapan dan membicarakan tentang : bagaimana mengumpulkan data, bagaimana meringkas data, mengolah dan menyajikan data, bagaimana menarik kesimpulan dari hasil analisis, bagaimana menentukan keputusan dalam batas-batas resiko tertentu berdasarkan strategi yang ada.

 

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, Statistika adalah suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan data statistik dan fakta yang benar. Atau suatu kajian ilmu pengetahuan yang dengan teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data, teknik analisis data, penarikan kesimpulan, dan pembuatan kebijakan/keputusan yang cukup kuat alasannya berdasarkan data dan fakta yang benar.

 

a. Landasan Kerja Statistik

Ada tiga jenis landasan kerja statistik, menurut Sutrisno Hadi (1994:222-223) yaitu :

1)      Variasi. Didasarkan atas kenyataan bahwa seorang peneliti atau penyelidik selalu menghadapi persoalan dan gejala yang bermacam-macam (variasi) baik dalam bentuk tingkatan dan jenisnya.

2)      Reduksi. Hanya sebagian dan seluruh kejadian yang hendak diteliti (Penelitian Sampling).

3)      Generalisasi. Sekalipun penelitian dilakukan terhadap sebagian dari seluruh kejadian yang hendak diteliti, namun kesimpulan dari penelitian ini akan diperuntukkan bagi keseluruhan kejadian atau gejala yang hendak diambil.

b. Karakteristik atau Ciri-ciri Pokok Statistik

Ada beberapa karakteristik atau ciri-ciri pokok statistik adalah sebagai berikut :

1)      Statistik Bekerja dengan Angka. Angka-angka ini dalam statistik mempunyai dua pengertian, yaitu :

a)      Pertama, angka statistik sebagai jumlah atau frekuensi dan angka statistik sebagai nilai atau harga. Pengertian ini mengandung arti bahwa data statistik adalah data kuantitatif. Contoh : jumlah pegawai Pemda Kota Surabaya, jumlah dosen UPI Bandung yang diangkat tahun 2001, jumlah anggota MPR dari F-PDIP, harga vila di kawasan puncak Bogor, harga sirip ikan Hiu di Manado, harga bandenga di Sidoarjo, harga mangga arum manis di Bangil. Angka-angka yang menyatakan nilai atau harga sesuatu.

b)       Kedua, angka statistik sebagai nilai mempunyai arti data kualitatif yang diwujudkan dalam angka. Contoh : nilai kepribadian, nilai kecerdasan mahasiswa, metode mengajar dosen, kualitas sekolah, mutu pemerdayaan guru, pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dan sebagainya.

 

2)      Statistik Bersifat Objektif. Statistik bekerja dengan angka sehingga mempunyai sifat objektif, artinya angka statistik dapat digunakan sebagai alat pencari fakta, pengungkap kenyataan yang ada dan memberikan keterangan yang benar, kemudian menentukan kebijakan sesuai fakta dan temuanya diungkapkan apa adanya.

3)      Statistik Bersifat Universal (Umum). Statistik tidak hanya digunakan dalam salahsatu disiplin ilmu saja, tetapi dapat digunakan secara umum dalam berbagai bentuk disiplin ilmu pengetahuan dengan penuh keyakinan.

c. Kegunaan Statistik

Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini, bahwa ilmu statistika telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Hampir semua kebijakan publik dan keputusan-keputusan yang diambil oleh pakar pendidikan atau para eksekutif (dalam ruang lingkup ilmu mereka) didasarkan dengan metode statistika serta hasil analisis dan interprestasi data, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Selanjutnya statistika dapat digunakan sebagai alat :

1)      Komunikasi ialah sebagai penghubung beberapa pihak yang menghasilkan data statistik atau berupa analisis statistik sehingga beberapa pihak tersebut akan dapat mengambil keputusan melalui informasi tersebut.

2)      Deskripsi yaitu penyajian data dan mengilustrasikan data misalnya mengukur hasil produksi, laporan hasil liputan berita, indeks harga konsumen, laporan keuangan, tingkat inflasi, jumlah penduduk, hasil pendapatan dan pengeluaran negara dan lain sebagainya.

3)      Regresi yaitu meramalkan pengaruh data yang satu dengan data lainnya dan untuk mengantisipasi gejala-gejala yang akan datang.

4)      Korelasi yaitu untuk mencari kuatnya atau besarnya hubungan data dalam suatu penelitian.

5)      Komparasi yaitu membandingkan data dua kelompok atau lebih.

 

2. MENGAPA BELAJAR STATISTIKA

Belajar statistika banyak yang menganggap sulit dan rumit oleh sebagian orang yang tidak mengerti asal mulanya, padahal belajar statistika itu sangat mudah apalagi mempunyai dasar matematika yang baik, bahkan tahu hitungan sedikitpun akan merasa mudah dan tidak mengalami kesukaran asalkan tekun dan rutin mengerjakan contoh-contoh persoalan statistika.

Buku-buku yang ada di pasaran cenderung mengulas hal-hal yang kurang mempesona bahkan megecoh mahasiswa yang sedang belajar statistika sehingga membuat mahasiswa merasa takut, minder, banyak rumus, dan sulit untuk dipahami. Ada beberapa faktor yang menyebabkan belajar statistik dirasa sulit antara lain karena buku-buku tersebut kurang mengarahkan pada fokus permasalahan yang ada dan para penulis belum bisa mengambil tindakan secara jelas dan gamblang mengenai tulisannya yangmenganggap bahwa para pembaca sudah mengerti, sudah bisa mentelaah sendiri, sudah jenius, dan sebagainya. Bahkan dirasa membingungkan pembaca atau mahasiswa untuk mempelajarinya, pada gilirannya akan menghambat perkembangan mahasiswa untuk mengkaji buku-buku statistika yang sangat bermanfaat demi karirnya di masa yang akan datang, yaitu : ahli di bidang penelitian, menyusun skripsi, tesis dan disertasi.

Pada era globalisasi, hampir semua bidang tidak terlepas dengan menggunakan angka, data dan fakta, hal ini menunjukkan bahwa pelajaran statistika sangat dibutuhkan. Statistika berfungsi sebgai sara mengembangkan cara berpikir secara logis, lebih dari itu statistika mengembangkan berpikir secara ilmiah untuk merencanakan (forcasting) penyelidikan, menyimpulkan dan membuat keputusan yang diteliti dan meyakinkan. Baik disadari atau tidak, statistika merupakan bagian esensial dari latihan profesional dan menjadi landasan dari kegiagan-kegiatan penelitian.

Cara belajar statistika yang baik dan praktis perlu diketahui oleh para pembaca dan mahasiswa atau mahasiswa pascasarjana bahwa belajar statistika itu pertama harus mengetahui apa tujuannya, bagaiman amanfaat dan kegunaannya, kedua bagaimana gagasan mahasiswa untuk memunculkan atau menerapkan dalam kenyataan yang ada, ketiga usaha apa yang dilaksanakan mahasiswa untuk mewujudkan gagasan atau ide-ide yang ada dalam pikirannya, kempat setelah terkoordinasi antara gagasan dan usahanya tersebut diciptakan dalam karya nyata, kelima gagasan, usaha, dan rasa cipta karsa tidak akan terwujud dengan sukses apabila tidak didukung dengan modal berupa uang untuk mengejawantahkan kesemuanya itu. Kalau keleluruhan ini sudah terbentuk dan terpenuhi dengan jelas, maka belajar statistika sangatlah mudah.

 


DAFTAR PUSTAKA

Al-Rasyid, Harun,.1994. Statistik Sosial. Bandung : Program Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran.

 

Usman, Husaini. 1995. Pengantar Statistika. Jakarta : Bumi Akasara.

 

Komponen Utama atau Aspek-Aspek Pembelajaran Kontekstual

curriculum 300x241 Komponen Utama atau Aspek Aspek Pembelajaran KontekstualKomponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual di kelas adalah kontruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection) dan penilaian sebenarnya (authentic assement). Kelas dapat dikatakan menggunakan pendekatan kontekstual jika menerapkan komponen-komponen tersebut dalam pembelajarannya (Nurhadi, 2004:31-51). Kontruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Inkuiri adalah proses pembelajaran didasarkan pada pencairan dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Bertanya adalah menggali kemampuan, membangkitkan motivasi dan merangsang keingintahuan siswa. Pemodelan adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh siswa. Refleksi adalah proses mengendapkan pengalaman yang telah dipelajari dengan cara mengurutkan kembali kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilalui. Penilaian nyata adalah proses mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar siswa yang diarahkan pada proses belajar bukan hasil belajar. (Sanjaya, 2006:118-122).

Dalam komponen kontruktivisme sebagai filosofi dapat dikembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Dengan demikian siswa belajar sedikit demi sedikit dari konteks terbatas, siswa mengkonstruksi sendiri pemahamannya. Pemahaman yang mendalam diperoleh melalui pengalaman belajar yang bermakna. Komponen inkuiri sebaga strategi belajar dapat dilaksanakan untuk mencapai kompetensi yang diinginkan. Siklus yang terdiri dari mengamati, bertanya, menganalisis dan merumuskan teori baik perorangan maupun kelompok. Diawali dengan pengamatan, lalu berkembang untuk memahami konsep / fenomena. Dalam hal ini mengembangkan dan menggunakan keterampilan berpikir kritis.

Komponen bertanya sebagai keahlian dasar yang dikembangkan, bertanya sebagai alat belajar mengembangkan sifat ingin tahu siswa. Mendorong siswa untuk mengetahui sesuatu, mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi, digunakan untuk menilai kemampuan siswa berfikir kritis dan melatih siswa untuk berfikir kritis.

Komponen masyarakat belajar sebagai penciptaan lingkungan belajar yaitu menciptakan masyarakat belajar atau belajar dalam kelompok-kelompok. Dalam hal ini berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain. Bekerja sama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik dibandingkan dengan belajar sendiri.

Komponen permodelan, model sebagai acuan pencapaian kompetensi yaitu menunjukkan model sebagai contoh pembelajaran (benda-benda, guru, siswa lain, karya inovasi dll). Membahasakan gagasan yang dipikirkan, mendemonstrasi bagaimana menginginkan siswa untuk belajar, dan melakukan apa yang diinginkan agar siswa untuk belajar, dan melakukan apa yang diinginkan agar siswa melakukannya. Komponen refleksi sebagai langkah akhir dari belajar yaitu melakukan refleksi di akhir pertemuan agar siswa merasa bahwa hari ini mereka belajar sesuatu. Dalam hal ini refleksi berarti cara-cara berpikir tentang apa yang telah dipelajari. Menelaah dan merespon terhadap kejadian, aktivitas dan pengalaman. Mencatat apa yang telah dipelajari dan merasakan ide-ide baru. Komponen penilaiannya sebenarnya dalah melakukan penilaian yang sebenarnya dari berbagai sumber dan dengan berbagai cara. Dalam hal ini mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa. Mempersyaratkan penerapan pengetahuan atau pengalaman. Tugas-tugas yang kontekstual dan relevan. Proses dan produk kedua-duanya dapat diukur.

Jadi dalam pembelajaran kontekstual berarti melaksanakan komponen-komponen atau aspek-aspek pembelajaran kontekstual, dalam hal ini guru memegang peranan penting dalam menciptakan pembelajaran yang menggairahkan atau menyenangkan sehingga guru harus kreatif memilih metode pembelajaran yang efektif dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif. Dari segi proses guru dikatakan berhasil apabila mampu melibatkan sebagian besar siwa secara aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil guru dikatakan berhasil apabila pembelajaran yang diberikan mampu mengubah perilaku sebagian besar siswa kea rah penguasaan kompetensi dasar yang lebih baik.

 

Rencana Tindakan

Rencana tindakan yang dapat digunakan untuk mengatasi pembelajaran geografi agar dapat menarik, siswa menjadi termotivasi, minta belajar siswa tinggi adalah dengan metode pembelajaran kontekstual atau CTL. Dengan optimalisasi pembelajaran geografi melalui metode CTL merupakan alternative proses pembelajaran agar lebih menyenangkan dan bermakna. Sebagai pedoman langkah dalam memberikan tindakan kelas maka kegiatan dalam proses pembelajaran kontekstual dapat diurutkan sebagai berikut :

a.       Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang dilaksanakan atau guru menjelaskan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari.

b.      Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL.

c.       Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai jumlah siswa.

d.      Guru melakukan pre test untuk mengukur kemampuan dasar siswa.

e.       Guru membagi tugas siswa untuk melakukan pengamatan atau observasi. Guru dapat memberi lembar pengambatan dan menunjukkan materi yang harus dipersiapkan.

f.       Guru melakukan Tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan siswa.

g.      Siswa melakukan pengamatan sesuai dengan pembagian tugas kelompok dan mencatat hal-hal yang mereka temukan.

h.      Siswa yang melakukan diskusi kelompok dari hasil temuan mereka sesuai materi yang ditugaskan guru.

i.        Siswa menyerahkan hasil diskusi kelompok ke guru sebelum presentasi di depan kelas.

j.        Siswa melakukan forum diskusi kelas atau mendiskusikan hasil temuan mereka dengan adanya kelompok yang presentasi secara bergantian di depan kelas.

k.      Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain.

l.        Selama presentasi dan diskusi kelas, guru mengevaluasi dan mencatat point-point yang perlu dipertegas.

m.    Guru melakukan pemantapan dengan memberikan tambahan point-point yang perlu dipertegas.

n.      Dengan bantuan guru, siswa menyimpulkan hasil observasi atau pengamatan.

o.      Guru bersama-sama siswa mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar.

p.      Guru memberikan post test untuk mengukur pemahaman hasil belajar.

q.      Dari proses tersebut guru dapat mengetahui apakah proses pembelajaran geografi sudah optimal.

Rencana tindakan itu tidak hanya diberikan dalam satu kali tatap muka tetapi dapat dilaksanakan lebih dari satu pertemuan dalam tiap siklus. Setelah siswa melakukan kunjungan studi ke luar atau observasi lapangan sampai siswa mengerjakan tugas dan menghasilkan sebuah karya serta mempresentasikannya.

Teori-Teori Belajar

pembelajaran1 300x225 Teori Teori BelajarAda beberapa teori dalam belajar antara lain :

a. Teori Belajar Discovery Learning (Jerome Bruner)

Jerome Bruner menyebut teori ini discovery learning. Ide pokok dari teori Bruner diangkat dari teori Piaget yang mengatakan bahwa seseorang harus berperan aktif dalam belajar. Oleh karena itu Bruner menggambarkan discovery learning dengan pemberian kesempatan kepada seseorang untuk menjadi problem solver. Biarkan seseorang menemukan arti bagi dirinya sendiri dan memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep dalam bahasa mereka sendiri. Beberapa prinsip belajar menurut paham ini.

1) Adanya suatu kenaikan potensi intelektual

2) Ganjaran (hadiah) intrinsik lebih ditekankan dibandingkan dengan ekstrinsik

3) Seseorang yang mempelajari bagaimana menemukan berarti seseorang menguasai metode belajar penemuan

4)     Seseorang lebih senang mengingat-ingat informasi.

b. Teori Belajar Reception Learning (David Ausuble)

David Ausubel adalah orang yang satu-satunya mengkritik discavery learning. Dia mempersoalkan bahwa siswa tidak selalu tahu apa yang penting atau relevan,dan banyak siswa membutuhkan motivasi exsternal untuk melakukan tugas-tugas kognitif (Sri Esti W.D.,1989:85). Ia menyampaikan satu alternatif model pengajaran yang disebut reception learning. Ahli-ahli teori reception menyarankan bahwa tugas guru adalah bagiamana menyusun situasi belajar, memilih materi-materi yang tepat untuk siswa dan kemudian menyampaikan dalam bentuk pelajaran yang terorganisasi dengan baik, mulai dari yang umum ke hal yang khusus. Menurut Ausubel, belajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua dimensi. Dimensi pertama adalah berhubungan dengan cara informasi atau materi pelajaran itu di sajikan kepada siswa, melalui penerimaan atau penemuan. Belajar penerimaan dimaksudkan adalah siswa menerima informasi atau materi pelajaran dalam bentuk sudah ”fixed” atau final. Sedangkan belajar penemuan dimaksudkan adalah siswa di harapakan dapat menemukan sendiri informasi atau konsep dari materi pelajaran yang disampaikan. Dimensi kedua menyangkut cara bagaimana siswa dapat mengaitkan informasi itu pada struktur kognitif yang telah ada.struktur kognitif tersebut dapat berupa fakta-fakta, konsep-konsep maupun generalisasi yang telah di peroleh atau bahkan dipahami sebelumnya oleh siswa. Jika siswa dapat mengaitkan materi pelajaran baru dengan struktur kognitif yang sudah ada, maka akan terjadi proses belajar makna. Akan tetapi jika di dalam diri siswa belum ada struktur kognitif yang mendasari pembelajaran baru atau siswa tidak dapat mengkaitkan pembelajaran baru dengan konsep-konsep yang telah ada maka yang terjadi hanyalah belajar hafalan.

Kedua dimensi, baik ditinjau dari bagaimana cara materi pelajaran disampaikan maupun bagaimana cara siswa belajar tidak merupakan sesuatu hal yang dikotomi. Jadi kita tidak dapat mengatakan suatu proses belajar mengajar itu 100% penemuan atau penerimaan. Kita hanya dapat mengatakan sejauh mana kadar ”penemuan” atau kadar ”Penerimaan” dari suatu proses belajar mengajar.

Teori dari Ausubel ini berkaitan dengan bagaimana individu belajar banyak dari lisan berarti materi / tekstual presentasi di sekolah pengaturan (kontras untuk mengembangkan teori dalam konteks laboratorium percobaan). Menurut Ausubel, belajar adalah berdasarkan jenis superordinate, representational, dan atas kombinasi yang terjadi selama proses penerimaan informasi. Proses utama dalam proses belajar adalah subsumption bahan baru yang berkaitan dengan ide-ide yang relevan dalam struktur kognitif yang ada pada substantif, verbatim non-dasar. Struktur kognitif menampilkan sisa dari semua pengalaman belajar; lupa terjadi karena beberapa rincian mendapatkan terpadu dan kehilangan identitas masing-masing.

Mekanisme instruksional utama yang diusulkan oleh Ausubel adalah penggunaan advance organizers  : “Penyelenggara ini  diperkenalkan pada belajar itu sendiri, dan juga disajikan di tingkat yang lebih tinggi dari abstrak, umum, dan inklusif; sejak substantif dan konten yang diberikan panitia penyelenggara atau serangkaian dipilih berdasarkan dengan kesesuaian untuk menjelaskan , integrasi, dan interrelating bahan mendahului mereka, sekaligus strategi ini memenuhi substantif serta pemrograman kriteria organisasi untuk meningkatkan kekuatan struktur kognitif. ” ( 1963 , p. 81).

Ausubel menekankan bahwa advance organizers yang berbeda dari overviews dan ringkasan yang cukup penting menekankan ide dan disajikan pada tingkat abstrak dan umum sebagai sisa bahan. Penyelenggara bertindak sebagai jembatan antara subsuming baru belajar dan materi yang berhubungan dengan ide-ide yang ada.

Perkembangan Anak Menurut Teori Kognitif Dominan Piaget

pembelajaran1 300x225 Perkembangan Anak Menurut Teori Kognitif Dominan PiagetKonsep kecerdasan, yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya—dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia,

  1. Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)
  2. Periode pra-operasional (usia 2–7 tahun)
  3. Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)
  4. Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)

 

Keempat tahapan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Walau tahapan-tahapan itu bisa dicapai dalam usia bervariasi tetapi urutannya selalu sama. Tidak ada ada tahapan yang diloncati dan tidak ada urutan yang mundur,
  2. Universal (tidak terkait budaya)
  3. Bisa digeneralisasi: representasi dan logika dari operasi yang ada dalam diri seseorang berlaku juga pada semua konsep dan isi pengetahuan,
  4. Tahapan-tahapan tersebut berupa keseluruhan yang terorganisasi secara logis,
  5. Urutan tahapan bersifat hierarkis (setiap tahapan mencakup elemen-elemen dari tahapan sebelumnya, tapi lebih terdiferensiasi dan terintegrasi),
  6. Tahapan merepresentasikan perbedaan secara kualitatif dalam model berpikir, bukan hanya perbedaan kuantitatif.

Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan berinteraksi tersebut, seseorang akan memperoleh skema. Skema berupa kategori pengetahuan yang membantu dalam menginterpretasi dan memahami dunia. Skema juga menggambarkan tindakan baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam memahami atau mengetahui sesuatu. Sehingga dalam pandangan Piaget, skema mencakup baik kategori pengetahuan maupun proses perolehan pengetahuan tersebut. Seiring dengan pengalamannya mengeksplorasi lingkungan, informasi yang baru didapatnya digunakan untuk memodifikasi, menambah, atau mengganti skema yang sebelumnya ada. Sebagai contoh, seorang anak mungkin memiliki skema tentang sejenis binatang, misalnya dengan burung. Bila pengalaman awal anak berkaitan dengan burung kenari, anak kemungkinan beranggapan bahwa semua burung adalah kecil, berwarna kuning, dan mencicit. Suatu saat, mungkin anak melihat seekor burung unta. Anak akan perlu memodifikasi skema yang ia miliki sebelumnya tentang burung untuk memasukkan jenis burung yang baru ini. Ada dua proses dalam proses perkembangan yaitu, Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini bersifat subjektif, karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. Dalam contoh di atas, melihat burung kenari dan memberinya label “burung” adalah contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak. serta akomodasi, adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada.

Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. Dalam contoh di atas, melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya label “burung” adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung si anak. Melalui kedua proses penyesuaian tersebut, sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium, yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di atas.

Sehingga dalam pandangan Piaget, pengetahuan datang dari tindakan, perkembangan kognitif yang sebagaian besar bergantung kepada seberapa jauh anak aktif berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini guru berperan sebagai seorang fasilitator dan berbagai sumber daya dapat digunakan sebagai pemberi informasi. Piaget, menjabarkan implikasi teori kognitif pada pendidikan yaitu;

  1. Memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar kepada hasilnya. Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada hasil tersebut. Pengalaman-pengalaman belajar yang sesuai dikembangkan, dengan memperhatikan tahap fungsi kognitif dan jika guru penuh perhatian terhadap pendekatan yang digunakan siswa untuk sampai pada kesimpulan tertentu, barulah dapat dikatakan guru berada dalam posisi memberikan pengalaman yang dimaksud.
  2. Mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar. Dalam kelas, Piaget menekankan bahwa pengajaran pengetahuan jadi (ready made knowledge) anak didorong menetukan sendiri pengetahuan itu melalui interaksi spontan dengan lingkungan.
  3. Memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan perkembangan. Teori Piaget mengasumsikan bahwa seluruh siswa tumbuh dan melewati urutan perkembangan yang sama, namun pertumbuhan itu berlangsung pada kecepatan berbeda. Oleh karena itu guru harus melakukan upaya untuk mengatur aktifitas di dalam kelas yang terdiri atas individu-individu ke dalam kelompok-kelompok kecil siswa daripada aktifitas dalam bentuk klasikal.
  4. Mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi. Menurut Piaget, pertukaran gagasan-gagasan tidak dapat dihindari untuk perkembangan penalaran. Walaupun penalaran tidak dapat diajarkan secara langsung, namun perkembangannya dapat disimulasi.

 

MODEL PEMBELAJARAN YANG SESUAI DENGAN TEORI KOGNITIF DOMINAN PIAGET.

 

Manusia terlahir dengan kondisi pikiran yang sempurna. Saat lahir manusia hanya punya satu jenis pikiran yaitu pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar sudah aktif sempurna sejak bayi berusia tiga bulan di dalam kandungan ibunya dan merekam dengan sempurna semua peristiwa yang dialami ibunya, baik positif maupun negatif, dan juga apa yang ibu si bayi, alami atau rasakan. Pikiran bawah sadar terdiri atas dua bagian. Pertama, bagian yang disebut dengan pikiran nir-sadar atau unconscious mind, atau ada juga yang menyebutnya sebagai primitive area. Kedua, bagian yang disebut dengan modern memory area atau yang lebih dikenal dengan nama subconscious mind. Jika orang berkata atau bicara mengenai pikiran bawah sadar maka yang mereka maksud adalah modern memory area ini. Pikiran nir-sadar berisi berbagai program, yang “ditulis” oleh Sang Pencipta, untuk kelangsungan hidup kita. Program-program ini antara lain untuk menjalankan fungsi tubuh otonom, seperti pernapasan, detak jantung, pencernaan, sistem kekebalan tubuh, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kelangsungan hidup (survival). Bila di komputer, program-program di pikiran nir-sadar ini adalah BIOS atau Basic Input Ouput System. Tanpa BIOS komputer tidak akan bisa jalan. BIOS dibutuhkan untuk meng-instal Operating System (OS). Setelah OS selesai kita instal barulah kita meng-instal berbagai program aplikasi.

Teori kognitif menerangkan bahwa pembelajaran adalah perubahan dalam pengetahuan yang disimpan di dalam memori. Teori kognitif ini bermaksud penambahan pengetahuan ke dalam ingatan jangka panjang atau perubahan pada skema atau struktur pengetahuan. Pengkajian terhadap teori belajar kognitif memerlukan penggambaran tentang perhatian, memori dan elaborasi reheashal, pelacakan kembali, dan pembuatan informasi yang bermakna. Manusia memilih, mengamal, memberi perhatian, menghindar, merenung kembali dan membuat keputusan tentang peristiwa-peristiwa yang berlaku dalam persekitaran untuk mencapai matlamat secara aktif.

Pandangan kognitif yang lama mengutamakan perolehan pengetahuan. Pandangan yang baru mengutamakan pembinaan atau pembangunan ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran kognitif ini melibatkan dua proses mental yang penting yaitu persepsi dan pembentukan konsep (penanggapan).

Model mengajar menurut Joyce dan Weil dalam Sagala (2003:176) adalah suatu deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum, kursus-kursus, desain unit-unit pelajaran dan pembelajaran, perlengkapan belajar, buku-buku kerja, program multimedia, dan bantuan belajar melalui program komputer. Sebab model-model ini menyediakan alat-alat belajar yang diperlukan siswa. Hakekat mengajar (teaching) menurut Joyce dan Weil adalah membantu para pelajar memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan belajar bagaimana cara belajar. Hasil akhir atau hasil jangka panjang dari mengajar adalah kemampuan siswa yang tinggi untuk dapat belajar lebih mudah dan lebih efektif di masa yang akan datang. Model mengajar tidak hanya memiliki makna deskriptif dan kekinian, akan tetapi juga bermakna prospektif dan berorientasi ke masa depan.

Masalah utama yang ada dalam sistem pendidikan kita adalah sekolah yang masih menganut sistem skolastik. Yaitu belajar hanya terjadi di sekolah. Makna belajar telah mengalami peyorasi dalam anggapan masyarakat kita. Sekolah hanya berorientasi nilai dan informasi tidak kepada penanaman konsep. Pendekatan skolastik dalam pembelajaran mengakibatkan timbulnya pengkultusan pada aspek-aspek akademis yang cenderung memberikan tekanan pada perkembangan inteligensi hanya terbatas pada aspek nilai yang menyebabkan terjadi pereduksian. Kondisi inilah yang memicu terjadinya masalah-masalah sosial yang disebabkan karena lemahnya social capital, sehingga generasi muda kurang memperoleh bekal keterampilan untuk hidup.

Selain itu, guru pada umumnya hanya menyadari peranannya sebagai penerus dan penyebar pengetahuan (kennisoverdrager), dan kurang menyadari bahwa di samping itu guru juga harus membina kearifan murid melalui pendidikan nilai-nilai dan pemahaman apa yang mereka ketahui. Di-lain pihak, sistem pengujian kita yang menggunakan referensi norma, yang sangat mengagungkan penggunaan kurva distribusi normal atau kurva lonceng (bell curve).

Kurva distribusi normal ini mengharuskan ada 10% anak yang prestasinya rendah, 80% rata-rata, dan 10% yang berprestasi cemerlang. Tujuan kita mengajar siswa adalah agar siswa bisa menguasai apa yang diajarkan, tidak peduli apa cara yang digunakan asalkan sesuai dan tidak melanggar hukum dan norma agama dan sosial. Jika tujuan dari proses pembelajaran adalah untuk mencapai keberhasilan, mengapa kurvanya harus berbentuk lonceng mengapa tidak berupa garis lurus? Selain itu sistem ujian yang kebanyakan menggunakan sistem closed-book atau buku tertutup. Praktek ini didasari oleh asumsi bahwa kemampuan mengingat suatu pengetahuan jauh lebih berharga dari pada kemampuan untuk mencari sumber pengetahuan. Ujian closed-book ditambah lagi murid tidak boleh kerja sama alias nyontek akhirnya sangat membebani anak didik. Tolong jangan salah mengerti. Saya juga tidak setuju bila anak menyontek. Tapi kalau memang bisa mengapa kita tidak mengajarkan cara belajar kolaborasi? Sistem closed-book mempunyai beberapa keburukan lainnya. Cara menguji seperti ini memberikan beban ekstra bagi anak didik. Anak didik yang sangat pintar dalam hal aplikasi akan mendapat nilai jelek bila ia lupa rumus atau definisi. Bila kita mengacu pada hirearki kognisi seseorang, sesuai dengan taksonomi Bloom, maka cara ujian seperti ini hanya mengajarkan anak untuk berpikir pada level yang rendah, level menghapal saja. Kita tidak mengajar anak berpikir pada level yang lebih tinggi yaitu analisa, sintesa dan evaluasi. Akibatnya peserta didik menjadi tidak kreatif dan inovatif dalam belajar. Padahal otak kita, yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, dirancang untuk berpikir namun sistem pendidikan telah mereduksi fungsi otak hanya sebagai mesin foto kopi.

Untuk memperbaiki keadaan ini diperlukan model-model baru dalam pembelajaran yang cocok dengan akar masalah yang dihadapi. Model-model yang cocok diterapkan berdasarkan teori kognotif dominan menurut Piaget, yaitu model yang bersifat bottom up atau kemitraan. Salah satu yang populer adalah model pembelajaran kuantum, model kooperatif, model problem-based learning, model learning environment, dll. Untuk mewujudkan keseluruhan proses hal yang paling baik yaitu dengan mengkolaborasi antar model pembelajaran yang mampu mengembangkan manusia seutuhnya.

Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT)

a.       Pengertian

curriculum 300x241 Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT)Model TGT adalah suatu pembelajaran yang didahului dengan penyajian materi pembelajaran oleh guru dan diakhiri dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa. Setelah itu siswa pindah ke kelompok masing- masing untuk mendiskusikan dan menyelesaikan pertanyaan- pertanyaan atau masalah- masalah yang diberikan guru. Sebagai ganti dari tes tertulis, setiap siswa akan bertemu setiap sekali seminggu pada meja tournament dengan dua rekan dari kelompok lain untuk membandingkan kemampuan kelompoknya dengan kelompok lain (Nur Asma 2008 ).

TGT digunakan dalam berbagai macam mata pelajaran dari matematika, bahasa, ilmu pengetahuan sosial, yang telah digunakan dari kelas dua sekolah dasar sampai pergurun tinggi. STAD dan TGT paling cocok untuk mengajarkan materi pembelajaran yang dirumuskan dengan jelas, misalnya pada bidang studi matematika, penggunaan bahasa, geografi, keterampilan membaca peta, dan fakta- fakta serta konsep IPA.

Kegiatan pembelajaran TGT sama dengan tahap model STAD. Pembelajaran didahului  dengan penyajian materi pelajaran oleh guru, dan dilanjutkan dengan  memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa berupa lembar kerja siswa (LKS). Kemudian siswa mendiskusikan dan menyelesaikan pertanyaan- pertanyaan didalam kelompok masing- masing. Setelah siap berdiskusi, wakil dari  masing- masing kelompok melaporkan hasil kerjanya ke depan kelas. Kemudian siswa ditempatkan pada meja tournament untuk melakukan permainan.

Model  TGT  tidak menggunakan tes individual, tetapi menggantikannya dengan tournament yang dilakukan terlebih dahulu dengan membentuk kelompok baru. Pembentukan ini dilakukan dengan cara mengelompokkan siswa yang berkemampuan sama dan setiap kelompok dikumpulkan ke dalam satu kelompok baru. Anggota kelompok baru kemudian menempati meja tournament dan selanjutnya memulai permainan.

TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok- kelompk belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yanga memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing- masing. Dalam kerja kelompok guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. Tugas yang diberikan dikerjakan bersama- sama  dengan anggota kelompoknya. Apabila ada  dari anggota kelompok yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, maka anggota kelompok lain bertanggung jawab memberikan jawaban, atau mengerjakannya, sebelum mengajukan pertanyaan tersebut kepada guru.

Akhirnya untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai pelajaran, maka seluruh siswa akan diberikan permainan akademik. Dalam permainan akademik siswa- siswa akan dibagi dalam meja- meja tournament, dimana setiap meja tournament terdiri dari setiap 5 sampai 6 orang yang merupakan wakil dari kelompoknya masing- masing. Dalam setiap meja tournament atau meja permainan diusahakan agar tidak ada peserta yang berasal dari kelompok yang sama. Siswa yang dikelompokkan dalam satu meja tournament secara homogen dari segi kemampuan  akademik, artinya dalam satu meja tournament kemampuan setiap peserta diusahakan agar setara. Hal ini dapat ditentukan dengan melihat nilai yang mereka peroleh pada saat tes  dilaksanakan. Skor yang diperoleh dengan menjumlahkan skor- skor yang diperoleh anggota suatu kelompok, kemudian dibagi banyaknya anggota kelompok tersebut. Skor kelompok ini digunakan untuk memberikan penghargaan tim berupa hadiah atau sertifikat dengan mencantumkan predikat tertentu (http:// Suhadinet.Wordpress,Com/2008/06/14/model pembelajaran-kooperatif tife TGT/).

2. Langkah- langkah TGT

name

Menurut Robert. E Slavin, (2009:166), ada empat komponen-komponen TGT sebagai berikut :

a.       Penyajian kelas

Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar- benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat games karena skor games akan menentukan skor kelompok.

b.      Kelompok (teams)

Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin, dan rasa tau etnis. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalam materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Setelah selesai penyajian materi team tersebut berkumpul untuk mempelajari LKS, untuk menyelesaikan tugas kelompok siswa mengerjakan sacara berpasangan, kemudian saling mencoccokkan jawabannya atau memeriksa ketepatan jawabannya dengan jawaban teman sekelompok. Bila ada siswa yang mengemukakan pertanyaan, teman sekelompoknya bertangguang jawab untuk menjawab pertanyaan sebelum mengajukan pertyanyaan kepada guru

c.       Games/ permainan

Games terdiri dari perytanyaan- pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Permainan dimainkan dimeja- meja tournament yang terdiri dari 5 atau 6 orang siswa yang memiliki kemampuan akademik sama atau mendekati sama. Permainan yang berupa pertanyaan- pertanyaan pada kartu bernomor.

Secara bergiliran siswa mengambil sebuah kartu nomor dan membaca soal itu dengan kuat supaya siswa yang ada dalam meja tersebut dapat mendengar. Siswa yang membaca soal mendapatkan kesempatan pertama untuk menjawab pertanyaan tersebut dan siswa lain yang berada pada meja yang sama menganggap jawaban yang diberikan tadi salah, siswa yang lain boleh memberikan jawaban yang berbeda, kemudian jawaban siswa dicocokkan dengan kunci jawaban yang telah tersedia dimeja tournament.  Jawaban yang benar akan mendapatkan skor, setelah siswa menyelesaikan tournament dilakukan perhitungan skor yang diperoleh siswa. Masing-masing anggota membawa perolehannya kembali kekelompok semula, dan bersama-sama anggoata lain menyumbangkan point untuk kelompoknya. Bagi kelompok yang mendapatkan skor/ poin tertinggi akan mendapatkan penghargaan dari guru.

d.      Tournament

Tournament merupakan struktur bagaimana dilaksanakannya permainan tersebut. Tournament dilaksanakan setelah guru menyelesaikan presentasi kelas/ penyajian kelas dan kelompok sudah mengerjakan LDK.

Diinformasikan kepada siswa, pembentukan kelompok meja tournament dilakukan dengan membentuk kelompok baru dan dilaksanakan tidak ada yang berasal dari kelompok yang sama. Siswa ditugasi mengeser meja-meja untuk dijadikan meja tournament. Salah seorang siswa membagikan lembar permainan, lembar kunci jawaban dan satu tumpukan kartu bernomor serta lembar skor permainan kepada tiap meja.

Untuk memulai permainan masing- masing siswa dilot terlebih dahulu untuk menentukan pemain pertama yang akan mengambil sebuah kartu bernomor yang berisi pertanyaan. Untuk  permainan  selanjutnya, permainan berlangsung menurut arah jarum jam dari pembaca pertama.

Pada saat permainan

Pemain akan mengocok kartu dan mengambil sebuah kartu bernomor yang berisi pertanyaan. Kemudian membacakan dengan keras pertanyaan yang ada pada kartu tersebut. Misalnya, siswa yang mengambil kartu yang bernomor 6, akan menjawab pertanyaan nomor 6. Pembaca yang tidak yakin akan jawabannya diperbolehkannya menerka tanpa mendapat hukuman.

Setelah pembaca tersebut memberikan sebuh jawaban, siswa sebelah kirinya memiliki kesempatan untuk menantang dan memberikan jawaban yang berbeda, bila menyatakan pas  atau tidak menggunakan kesempatan tersebut, atau jika penantang kedua mempunyai jawaban yang berbeda dari dua jawaban pertama, penantang kedua dapat menantang.

Sementara  itu penantang kedua harus hati- hati, karena mereka akan kehilangan sebuah kartu (yang telah berhasil dikumpulkan) apabila jawaban mereka salah. Apabila setiap orang menjawab, menantang, atau pas, penantang kedua (pemain yang berada sebelah kanan pembaca) mencocokkan dengan lembar jawaban atau membacakan jawaban yang benar dengan keras. Pemain yang memberikan jawaban yang benar menyimpan kartu tersebut. Apabila ada jawaban yang salah, ia harus mengambilkan kartu yang ia menangkan sebelumnya (bila ada) ketumpukan kartu.

Apabila tidak ada satu pun jawaban yang benar, kartu tersebut dikembalikan ketumpukan permainan berlanjut sampai waktu yang ditetapkan guru, sampai jam pelajaran habis atau tumpukan kartu habis.

Jika permainan berakhir, para pemain mencatat banyak kartu yang mereka menangkan pada lembar skor permainan. Apabila masih ada waktu, siswa mengocok kembali tumpukan kartu tersebut dan memainkan permainan kedua, dan mencatat banyaknya kartu yang dimenangkan pada kolom permainan.

Menurut Robert E. Slavin ( 2009 : 175 ), Lembar skor permainan Tour                    Tabel 4.2

Pemain Tim Pemain 1 Pemain 2 Pemain 3 Total Poin tournament
Andre 

Husni

Santi

Elang 

Merpati

Merak

14

11

10

12

-

-

12 

24

23

20 

60

40

 

Dalam tabel di atas, dapat di lihat dalam satu meja tournament dua kali permainan. Pemberian poin pada tabel di atas berdasarkan pada penghitungan poin tournament untuk  siswa yang mencapai skor tertinggi mendapat 60, poin 40 untuk siswa yang lebih rendah, dan poin 20 untuk  siswa yang terendah seperti pada tabel diatas.

e.       Aturan  Penilaian dalam Tournament

Memberikan bonus poin yaitu setiap skor tertinggi yang diperoleh anggota pada setiap meja tournament diberi bonus 20 poin, setiap skor tertinggi yang kedua pada setiap meja tournament menerima bonus 17 poin, setiap skor yang tertinggi yang ketiga setiap meja tournament menerima bonus 14 poin, dan skor yang terendah pada setiap meja tournament menerima 10 bonus poin. Masing-masing anggota kelompok membawa perolehannya kembali kelompok semula, dan bersama-sama anggota yang lain menyumbangkan poin untu kelompoknya. Penghargaan kelompok yang diberikan berdasarkan perolehan poin kelompok penghargaan yang Diberikan bisa berupa benda, atau sertifkat.