Tag Archives: Nisfu Sya`ban

Nisfu Sya`ban Tahun Ini Jatuh Pada

 Nisfu Sya`ban Tahun Ini Jatuh PadaNisfu sya`ban adalah pertengahan bulan atau tanggal 15 di bulan Sya`ban, yaitu satu bulan sebelum Ramadhan.

Nisfu sya`ban menjadi penting karena menurut sebagian pendapat bahwa malam tersebut adalah malam pergantian buku; buku catatan kebaikan dan keburukan setahun sebelumnya ditutup pada malam tersebut dan diganti dengan buku catatan yang baru yang masih putih bersih. Pada malam pergantian tersebut, banyak yang mengharapkan  catatan jelek ditahun sebelumnya dihapuskan dan diberikan kebikan-kebaikan ditahun yang akan datang dengan melakukan beberapa amalan –ritual keagamaan–, diantaranya:

Shalat Sunnat Tasbih

Shalat sunnat tasbih adalah shalat sunnat empat raka’at yang di dalam nya ada baca’an tasbih sebanyak 300x yang setiap raka’atnya ada baca’an tasbisbih sebanyak 75x, yang dikerjakan paling tidak minimal sekali seumur hidup, tetapi kalau mampu boleh mengerjakan nya setahun sekali, sebulan sekali, seminggu sekali, dan atau setiap malam, yang setiap malam itulah yang terbaik bila mampu.

Shalat tasbih yang empat raka’at itu bila dikerjakan pada siang hari hari hendaklah dijadikan satu kali salam, tetapi bila dikerjakan pada malam hari hendaklah dijadikan dua kali salam, yakni setiap dua raka’at satu salam.

Lafadz niatnya:

“USHOLLII SUNNATAS TASBIIHI RaK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA”

Aku niat mengerjakan sholat sunnat tasbih dua raka’at karena ALLAH

Ayat yang dibaca sesudah Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua, yaitu:

1. Alhakumuttakatsur

2. Wal Ashr

3. Al Kafirun

4. Al-Ikhlash

 

Pembacaan tasbih:

Subhaanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha illallahu wallahu akbar

1. Sesudah do`a Iftitah (pada raakat kedua: sesudah takbir Intiqal ) 15 X

2. Sebelum ruku` (sesudah membaca ayat) 10 X

3. Ruku` 10 X

4. I`tidal 10 X

5. Sujud 10 X

6. Duduk antara dua sujud 10 X

 

Membaca Yasin 3 Kali dan Do`a Nishfu Sya`ban

Membaca doa Nishfu Sya’ban dilakukan setelah melakukan salat dua rakaat sunat, yang dikerjakan seusai salat Maghrib. Pada rakaat pertama sesudah Al-Faatihah membaca surat Al-Kaafiruun, sedang pada rakaat kedun sesudah Al-Faatihah membaca surat Al-Ikhlaash, kemudian mengucapkan salam. Setelah salat selesai,  dianjurkan membaca surat Yaasiin sebanyak tiga kali, dengan niat sebagai berikut:

  1. Pada bacaan yang pertama diniatkan untuk memohon panjang umur yang semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah Swt.
  2. Pada bacaan surat Yaasiin yang kedua diniatikan memohon rezeki yang banyak lagi halal untuk beribadah kepada Allah Swt.
  3. Pada bacaan Yaasiin yang ketiga diniatkan memohon keteguhan iman.

Setiap kali selesai membaca yasin, baca do`a berikut:

اللهم ياذا المن ولا يمن عليه ياذا الجلال والإكرام ياذا الطول والإنعام..لا إله إلا أنت ظهر اللاجئين وأمان المستجيرين وأمان الخائفين اللهم إن كنت كتبتنى عندك فى أم الكتاب شقياً أو محروماً أو مطروداً أو مقترا على فى الرزق.. فأمح اللهم بفضلك شقاوتى وحرمانى وطردى وإقتار رزقى واثبتنى عندك فى أم الكتاب سعيداً مرزوقا موفقا للخيرات.. فإنك قلت وقولك الحق فى كتابك المنزل على لسان نبيك المرسل يمحو الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتاب.. إلهى بالتجلى الأعظم فى ليلة النصف من شهر شعبان المكرم التي يفرق فيها كل أمر حكيم ويبرم.. أن تكشف عنا من البلاء ما نعلم وما لا نعلم وما أنت به أعلم إنك أنت الأعز الأكرم.. وصلى الله علي سيدنا محمد النبى الأمى وعلى آله وصحبه وسلم

Do`a Nisfu Sya`ban Versi Gambar

doa Nisfu Syaban Membaca Yasin 3 Kali dan Do`a Nishfu Sya`ban

Do`a Nisfu Sya`ban

Artinya:
“Ya Allah, Tuhan yang maha memberi dan tak ada yang  sanggup membalas  pemberian-Nya, ya Tuhan yang Maha Agung dan Mulia dan yang Maha Pemurah memberi nikmat-nikmat. Tidak ada Tuhan yang lain melainkan Engkau yang menolong orang- orang yang memohon pertolongan dan melindungi orang-orang serta mengamankan dari sekalian yang dikhawatirkan dan ditakuti. Ya Allah andai kata telah ditakdirkan di sisi Mu akan daku dalam buku Azaly, bahwa aku celaka dan sedikit rezeki, terusir dan diharamkan akan daku maka hapuskanlah (apa-apa yang tercatat/ tertulis dalam buku Azaly itu) dengan kemurahan- Mu. Dan tetapkanlah di sisi-Mu dalam buku Azaly itu (tukarkanlah akan keadaan di azalyku itu) dengan kebahagiaan lagi memperoleh rezeki yang dipergunakan untuk kebaikan, sesungguhnya Engkau berkata dan kata- kata-Mu adalah benar; sebagaimana tercantum di dalam Kitab-Mu yang Engkau turunkan atas lisan Nabi-Mu yang diutus ( Muhammad saw.), “Yakni dihapuskan Allah barang yang dikehendakinya (perkataan/pernyataan yang menyimpang) dan ditetapkan-Nya di sisi-Nya di Azaly”. Ya Allah dengan keagunganMu pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia / berkat ini, yang memisahkan kepadanya tiap-tiap perkara/keadaan dan urusan yang tepat dan yang dipastikan, hindarkan ya Allah kami dari bala’i/musibah yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui dan Engkaulah yang lebih mengetahui dengannya, sesungguhnya Engkau Maha Agung dan Pemurah”.

Referensi: Majmu`ah Mubarakah (Sayyid Ahmad Bin Abdurrahman bahsin H. 57)

Peristiwa di bulan Sya’ban

1. Pindah Qiblat

Pada bulan Sya’ban, Qiblat berpindah dari Baitul Maqdis, Palistina ke Ka’bah, Mekah al Mukarromah. Demikianlah peristiwa ini terjadi setelah turun ayat,

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS. Al Baqarah; 144)

2. Turun Ayat Sholawat Nabi

Diturunkannya ayat tentang anjuran membaca sholawat kepada baginda Nabi saw, yaitu ayat:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab;56)

 

Amalan Nisfu Sya`ban

Amalan Nisfu Sya`ban adalah satu bacaan yang terdiri dari zikir, istigfar, shalawat, do`a-do`a yang dibaca dengan jumlah tertentu, dan dibaca pada malam Nisfu Sya`ban yaitu malam ke 15 di Bulan Sya`ban. Sebelum membaca amalan ini biasanya diawali dengan: