Perlu diketahui mimpi itu ada tiga (3), sesuai dengan hadits Riwayat Ahmad No.8766 :
- Kabar Dari Allah, cirri-cirinya berupa hal yang mengebirakan dan orang yang punya mimpi membaca do`a dan zikir sebelum tidur paling tidak membaca bismillah.
- Tipu Daya syaithan. Ciri-cirinya mimpinya berbentuk keburukan, dan yang punya mimpi tidak melakukan do`a dan zikir sebelum tidur.
- Pengaruh kejiwaan. karena sering menghayal/mengahrap sesuatu maka masuk dalam mimpi, dan mimpi jenis ini tidak perlu dipikirkan karena ini hanya mimpi kosong tanpa arti.
Klalsifikasikan dulu mimpi melihat baitullah ini pada bagiann yang mana. Jika merasa tidak pernah mengahayal, tidak terlalu mengaharp atau tidak terlalu membayangkan hal tersebut, dan ketika hendak tidur paling tidak mebaca do`a dan zikir paling tidak membaca bismillah, maka barangkali itu adalah kabar gembira dari ALlah. dan Mimpi yang sudah jelas, tidak pelu dita`wil lagi, apa yang dimimpikan itulah ta`wilnya.
إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا يُحِبُّهَا فَإِنَّمَا هِيَ مِنَ اللهِ فَلْيَحْمَدِ اللهَ عََلَيْهَا وَلْيُحَدِّثْ بِهَا وَإِذَا رَأَى غَيْرَ ذلِكَ مِمَّا يَكْرَهُ فَإِنَّمَا هِيَ مِنَ الشَّيْـطَانِ فَلْيَسْتَعِذْ مِنَ شَرِّهَا وَلاَ يَذْكُرُهَا ِلأَحَدٍ فَإِنَّهَا لاَ تَضُرًّهُ
Apabila salah seorang di antara kalian melihat suatu mimpi yang disenanginya, sesungguhnya mimpi tersebut dari Allah, maka handaklah dia menyebut nama Allah atasnya dan menceritakannya (kepada orang lain), dan apabila dia melihat selain itu, dari sesuatu yang dibencinya, sesungguhnya dia berasal dari setan maka hendaklah dia berlindung kepada Allah dari keburukannya dan janganlah dia menceritakannya kepada seorangpun, sesungguhnya mimpi tersebut tidak memudharatkannya (HR.Bukhari, No.6470)