Wahaby VS Sunny : Hanya Beda Pemahaman Maka Tidak Perlu Saling Mencaci

Saya dilahirkan berdarah sunny yang di Indonesia lebih dkenal dengan istilah ahli sunnah wal jamaah yang kemudian dianut organisasi Nahdlatul Ulama (NU), namun saya sangat kagum melihat saudara saya yang terlahir sebagai wahaby atau yang satu spesiesnya Muhammadiyah. Pemahaman mereka begitu murni tak sedikitpun dikhawatirkan menimbulkan syirik, mereka benar-benar memakai Al-Qur`an dengan penafsiran yang murni, mereka memakai hadits yang shaih-shahih sehingga pendapat mereka susah dibantah, namun sayangnya pendapat mereka tanpa toleransi, berbeda dengan sunny yang begitu toleran dengan situasi dan kondisi masyarakat.

Saya contohkan mengenai Tahlilan. Yaitu membaca al-qur`an,zikir, dan shalawat, ketika orang meninggal dunia sampai tiga hari, kemudian hari ketujuh, dan seterusnya  hingga dilakukan tiap tahun sekali (haulan). Menurut wahabi ritual ini tidak pernah ada dizaman nabi dan itu bid`ah, namun sunny masih mentolerir, bahwa ini memang tidak ada dizaman nabi bahwa ini benar adalah bid`ah, namun masih bisa dilaksanakan dengan syarat tidak menganggap wajib ritual tersebut, tidak memaksakan diri, dan niatnya mendo`akan mayit dan memberikan kekuatan hati bagi keluarga yang ditinggalkan, dan ritual ini kemudian dikategorikan golongan sunny dengan bidh`ah hasanan (inovasi dalam ibadah dalam hal kebaikan).

Sunny dan wahaby sama-sama memakai Al-Qur`an dan Hadits shahih, sekalipun kadang kaum sunny yang shufy tidak begitu membedakan shahih dan dhaif, bahkan mmaudhu tetap mereka gunakan. Sekali lagi kedua-duanya memakai hadits dan qur`an yang sama, bedanya cuman pada pemahaman, dan itu wajar saja, bukankah perbedaan itu adalah rahmat?. Untuk membuktikan ini, saya contohkan beberapa masalah:

 Contoh 1:

Memahami hadits “Kullu biddhatin dhalalh wakullu dhalalatin finnar” tiap inovasi atau model baru dalam hal ibadah atau ibadah yang tidak ada dizaman nabi namanya bidh`ah dan tiap bidh`ah itu sesat dan kesesatan itu akan menempati neraka.

Menurut wahaby:  tidak ada pengecualian inovasi/model baru dalam ibadah itu semuanya sesat. Sementara menurut Sunny ada bidh`ah yang hasanah, sehingga masih bisa ditolerir misalnya perayaan mauled, tahlil, dan sebagainya.

 Contoh2:

Menafsirkan ayat Qur`an “Innallaha `alalarsyistawa”, sesungguhnya Allah bersemayam diatas arasy. Wahaby menafasirkannya secara lieterlek bahwa Allah bersemayam diatas Arasy dengan laisa kamislihinya, yaitu bersemayamnya Allah diatas Arasy jangan disamakan dengan manusia yang nongkrong diatas kursi, segala apa yang terbayang dibenakk kita tentang bersemayamnya Allah , ketahuilah bhawa Allah tidak seperti itu. Sementara sunny lebih memilih  menggunakan ta`wil dalam menafsirkan ayat tersebut, sehingga maknanya bukan bersemayam tapi untuk menggambarkan kepada manusia tentang kekuatan atau kebesaran Allah yang luar biasa.

 Jadi, hanya perbedaan memahami saja, perbedaan pemahaman ini juga sering terjadi ditubuh Sunny sendiri, antara yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan pemahaman ini bisa disikapi dengan saling menghormati dan silahkan memilih pemahaman yang dianggap mendekati kebenaran.  Sama halnya dengan Fatwa MUI yang mengharamkan rokok, bisa diterima bisa juga tidak. yang menerima wajib tidak merokok yang tidak menerima silahkan juga. dua-duanya memakai qaidah penentuan hukum yang sudah disepakati.

3 comments on “Wahaby VS Sunny : Hanya Beda Pemahaman Maka Tidak Perlu Saling Mencaci

  1. maswir on said:

    kita dapat telaah kembali dasar dari wahabi itu di mana, dan siapa penggerak nya, adakah antek2 kafir yg bermain di belakang nya, yg sengaja mareka memutar balik dalil2 yg bisa meroboh kan ketentraman umat islam

  2. Wawan on said:

    sungguh ironis sesama saudaran saling mengkafirkan.
    kita hanya berusaha mencari kebenaran dengan dasar qur’an dan hadis shohih.janganlah mengklaim kelompok kita paling benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>